Pesantren Darul Muttaqien Digitalkan Karya Kaum Muda NU
NU Online · Senin, 27 April 2009 | 00:06 WIB
Pesantren Darul Muttaqien Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terus melakukan berbagai langkah dalam pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Yang terbaru, pesantren terbaik se-Jawa Barat ini membuat pustaka digital dengan memuat berbagai khazanah dan informasi sekitar dunia pesantren dan Islam.
Dalam pustaka digital tersebut juga dimasukkan Maktabah Syamilah, yakni kumpulan ribuan kitab kuning (kitab klasik) yang dimasukkan versi perangkat lunak. Maktabah Syamilah merupakan karya kaum muda Nahdlatul Ulama (NU) yang tengah studi di Jepang.<>
Demikian diutarakan Pengasuh Pesantren Darul Muttaqien Bogor KH Mad Rodja Sukarta saat dijumpai NU Online di Bogor, Ahad (26/4).
"Pustaka digital yang dikembangkan dalam laman pesantren kami nantinya oleh para pengelolanya akan dimasukkan ribuan kitab dalam tiga versi bahasa, yakni bahasa Indonesia, Arab dan Inggris. Bahkan, dalam pustaka tersebut juga telah tercantum ribuan kitab kuning (kitab klasik) versi software, sebuah karya kaum muda NU yang kini studi di Jepang," kata Rodja.
Menurut Rodja, pengembangan pustaka digital tersebut sebagai respon terhadap tuntutan modernitas dan perubahan zaman. Kalangan pesantren harus mengiasai TIK (teknologi informasi dan komunikasi), agar tidak tertinggal perkembangan.
Melalui adopsi TIK, lanjutnya, penyelenggarakan pendidikan di pesantren akan semakin efesien dan berkualitas.
Guna mendukung pengembangan pustaka digital, pesantren ini menyediakan sebuah gedung khusus yang terletak di areal komplek pesantren. Selain itu juga tersedia puluhan unit komputer yang dapat mengakses internet.
“Kami berharap pengembangan program ini akan semakin membuat peserta didik mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan wawasan yang lebih terbuka, agar tidak tertinggal laju perubahan zaman,” papar mantan aktivis PMII ini.
Pustaka digital yang tengah dikembangkan Darul Muttaqien kini memasuki tahap akhir. Pihak pengelola tengah memasukkan program mebelair, penyeleksian koleksi, evaluasi sistem automasi, serta input data koleksi ke computer.
Terobosan yang dikembangkan Darul Muttaqien sejalan dengan program yang tengah digalakkan Depkominfo RI. Dalam berbagai kesempatan, Menkominfo M. Nuh selalu menekankan agar kalangan pesantren segera mengapresiasi TIK bagi peningkatan mutu dan peran di tengah masyarakat.
Karena itu, penandatanganan prasasti peresmian pustaka digital pesantren yang berdiri tahun 1988 akan dilakukan pada Juli mendatang dengan menghadirkan Menkominfo Prof M. Nuh. (hir)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
4
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua