Jakarta, NU Online
Mustasyar PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan jika pesantren ingin lestari maka ia juga harus melestarikan budaya daerah dimana ia berada.
“Tugas pondok pesantren salah satunya adalah melestarikan budaya daerah. Begitu pula Pondok Pesantren bisa lestari karena mengikuti budaya setempat. Seperti di Tulungagung, saya mendapat kabar kalau batik asli di sini juga disebarkan melalui Pondok Pesantren,“ kata Gus Dur saat memberi ceramah di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hikmah Mlathen, Tulungagung, Minggu lalu.
<>Menurut Gus Dur antara Ponpes dan kebudayaan daerah memiliki kaitan yang cukup erat. Budaya daerah merupakan bagian penting dari kehidupan Ponpes. “Dalam pengembangan pendidikannya, diupayakan agar Ponpes mampu menyerap budaya masyarakat setempat,” ujarnya seperti dikutip situs pribadi Gus Dur (www.gusdur.net).
Selain menyinggung soal hubungan Ponpes dan kebudayaan daerah, dalam ceramahnya Gus Dur juga membahas perilaku santri. Mantan Ketua Umum PBNU itu mengingatkan bahwa Ponpes sekarang ini menghadapi banyak tantangan. Antara lain, adanya perubahan pola pendidikan dari santri keliling menjadi pola pendidikan modern melalui pendirian berbagai lembaga pendidikan mulai Taman Kanak-kanak (TK) hingga Perguruan Tinggi (PT) di lingkungan ponpes.
“Dulu, dalam dunia pondok pesantren ada yang disebut kelompok santri pengembara, yang belajar dari Ponpes satu ke Ponpes lainnya. Tapi sekarang hal itu nampaknya sudah tidak dijumpai lagi, karena hampir seluruh materi pendidikan telah terwadahi dalam satu Ponpes saja. Akibatnya, banyak santri yang tidak mengenal Ponpes lain di luar Ponpes tempat belajarnya,” tutur Gus Dur.
Pada sisi lain, tambah Gus Dur, perkembangan dunia yang begitu cepat saat ini mau tidak mau juga ikut mempengaruhi pola pikir dan perilaku para santri. Kalau kiai-nya tetap berpegang teguh pada akhlak atau moral yang baik, maka itu semua bisa diatasi. Demikian KH. Abdurahman Wahid (cih)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua