Peserta MQK Nasional III Mendapat Bantuan Pendidikan Depag RI
NU Online · Sabtu, 6 Desember 2008 | 21:27 WIB
Seluruh peserta Musabaqah Qira'at Al-Kutub (MQK) ke-3 tingkat Nasional yang berjumlah 530 orang mendapatkan bantuan pendidikan dalam bentuk tabungan dari Departemen Agama (Depag) RI masingmasing sebesar Rp 1 juta. Khusus untuk juara I tingkat Ulya (thabaqah ulya, usia maksimal 21 tahun), mendapat hadiah uang dalam bentuk tabungan sebesar Rp 10 juta.
Acara penutupan MQK ke-3 tingkat Nasional dilakukan pada Jumat (5/1) kemarin di Pondok Pesantren Al-Falah Putra Landasan Ulin Banjarbaru, Banjarmasin, Kalimantan Selatan<>.
Depag juga memberikan hadiah uang sebesar Rp 8 juta kepada Juara I tingkat wustha (thabaqah wustha, usia maksimal 18 tahun). Sedang juara I tingkat ula (thabaqah ula, usia maksimal 15 tahun), mendapat bantuan uang Rp 6 juta.
Ada kejutan khusus yang disampaikan langsung oleh Direktur Pendidikan Pondok Pesantren Departemen Agama RI, Drs H Amin Haedari MA. Di sela penyampaian laporan penyelenggaraan MQK, bagi juara I putra maupun putri khusus tingkat Ulya dijanjikan mendapat reward spesial yakni jaminan beasiswa pendidikan sekolah agama mulai S1 sampai S3.
"Untuk juara I putra dan putri tingkat Ulya, jika ingin melanjutkan sekolah agama ke perguruan tinggi akan dapat tunjangan pendidikan sampai S3. Biaya selama pendidikan dijamin penuh oleh Departeman Agama RI," ucap Amin langsung disambut riuh sorai tepuk tangan peserta MQK.
Selain itu, sebanyak 156 peserta di antaranya mendapat prestasi dari Juara I, II dan III sampai dengan Juara Harapan I, II dan III, mendapat piala dan penghargaan.
Para peserta yang berprestasi ini juga mendapat kesempatan ucapan selamat dari Gubernur Kalsel Rudy Ariffin, Wakil Walikota Banjarbaru Ruzaidin Noor, Dirjen Pendidikan Islam Depag RI, Prof DR HM Ali MA, ketua umum panitia pelaksana daerah, Prof DR H Fahmy Arief MA, Direktur Ponren Drs H Amin, Pimpinan Pesantren Darussalam KH Abdurrahman serta unsur muspida Banjarbaru
Gubernur Kalsel Rudy Ariffin berharap MQK Nasional kali ini dapat memotivasi para santri untuk mendalami kitab kuning.
“MQK ke-3 tingkat nasional di Banjarbaru ini merupakan momen yang penting untuk menggaungkan kembali pembelajaran kitab kuning bagi santri,” ujarnya.
“Dengan pendalaman terhadap kitab kuning atau yang lebih dikenal masyarakat dengan kitab Arab gundul tersebut, kita berharap bisa melahirkan sejumlah ulama yang memang benar-benar menguasai kitab kuning,” ungkap Rudy. (sam/nam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
2
Khutbah Jumat: Allah Tidak Membebani Hamba di Luar Batas Kemampuannya
3
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
4
Respons Wacana Penutupan Prodi yang Dinilai Tak Relevan, LPTNU Tekankan Kebijakan Komprehensif
5
Cerita Pilu Ibu Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur: Anak Saya Terbalik Kepala di Bawah
6
Data Terbaru Kecelakaan Kereta: 16 Orang Meninggal Dunia
Terkini
Lihat Semua