PKB Berharap SBY Utamakan Mitra Koalisi dalam Susun Kabinet
NU Online · Sabtu, 11 Juli 2009 | 11:06 WIB
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) berharap kepada capres yang hampir dipastikan terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar mengutamakan mitra koalisi dalam penyusunan kabinet. PKB sebagai partai yang sejak awal telah berkoalisi dengan Partai Demokrat sekaligus mendukung pasangan SBY-Boediono, selayaknya menjadi pertimbangan utama.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Helmy Faishal Zaini, mengatakan hal itu kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (11/7). “Kita sejak awal sudah menyatakan koalisi dengan Partai Demokrat. Ini menjadi catatan penting yang layak diperhitungkan untuk dapat jatah menteri,” katanya.<>
Mengenai jumlah menteri yang diharapkan PKB, Helmy menjawab diplomatis, “tiga sampai empat menteri merupakan sesuatu yang wajar.” Menurutnya, sejak awal PKB sudah berkoalisi dengan Partai Demokrat, bahkan sejak 2004 lalu.
PKB, katanya, telah mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk mengisi sejumlah pos menteri di kabinet SBY-Boediono nantinya. Namun, nama-namanya diserahkan sepenuhnya pada wewenang Ketua Umum, yakni, Muhaimin Iskandar.
Ketika ditanya apakah dari tiga orang jatah menteri tersebut, dirinya termasuk salah seorang di dalamnya, Helmy menolak menjawab. Ia kembali menegaskan, itu semua diserahkan kepada Ketua Umum. “Jika diberi amanah, ya harus siap,” jawabnya sambil tersenyum.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PKB, Nursyahbani Katjasungkana, juga berharap jatah menteri dari PKB lebih banyak dari periode lalu. Sebab, PKB merupakan parpol pertama yang menyatakan siap berkoalisi dengan Partai Demokrat dan mendukung pencapresan kembali SBY.
“Tapi, tetap pada akhirnya itu hak prerogatif presiden. SBY pasti tahu yang terbaik,'' ujar Nursyahbani.
Nursyahbani menyebutkan sejumlah kader PKB yang dinilai layak menjadi menteri. Di antaranya, Muhaimin Iskandar, Lukman Edy (Sekretaris Jenderal), dan Helmy Faishal Zaini. (rif)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
6
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
Terkini
Lihat Semua