Jakarta, NU Online
Berkaitan dengan kemungkinan diajak PKB oleh SBY sebagai pemenang pilpres untuk turut serta dalam kabinet pemerintahannya, Ketua Tanfidz PKB Alwi Syihab nyatakan bahwa kemungkinan besar PKB bersedia ikut dalam berkoalisi.
“Saya kira yaa mungkin akan mau menerima koalisi, mengapa tidak mau menerima wong membangun bangsa bersama-sama. Masak diajak membangun bangsa mengarah yang positif tidak mau,” ungkapnya seusai launching buku karya Gus Dur “Membangun Ekonomi Kelautan” di Hotel Acacia Jakarta (21/09).
Hal senada juga diungkapkan oleh Mahfud MD yang ditemui dalam acara yang sama bahwa PKB siap koalisi dengan siapapun yang menang. “Kalau Mega yang menang juga kemungkinan ada koalisi dengannya asalkan jelas penugasannya apa tujuannya apa, tapi kalau kolusi tidak mau,” tandasnya.
<>Sebelumnya dalam Mukernas PKB yang dilaksanakan di Hotel Kartika Candra 30 Agustus lalu, PKB nyatakan sikapnya untuk netral. Namun dari pemandangan umum 32 wilayah, terdapat kecenderungan mereka untuk memilih SBY walaupun juga terdapat beberapa wilayahyang mendukung Mega Hasyim.
Namun demikian, ketika ditanya sejauh mana kamunikasi politik yang dijalin antara PKB dan SBY, Alwi Syihab nyatakan bahwa SBY sampai saat ini belum beranjak lebih jauh sebelum ada pengumuman tentang pemenang pilpres secara resmi.
“Saya kira SBY apresiatif terhadap pelaksanaan pemilu yang jurdil, dan semuanya menerima dengan lapang hasil pemilu, tidak ada yang kalah dan yang menang, bangsa Indonesia yang menang,” tegasnya.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua