Sekjen Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Zaini Shofari menyatakan, aksi massa untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia pada 9 Desember adalah milik rakyat, bukan milik komunitas tertentu.
"Itu adalah milik semua masyarakat yang gandrung akan perubahan," tegasnya di Jakarta, Selasa (8/12).<>
Dia mengingatkan, gerakan yang terjadi di seluruh Indonesia itu tidak berhak diklaim oleh kalangan tertentu.
"Juga kami perlu tegaskan, pemerintah harus memberi kebebasan, termasuk mengajarkan komunikasi dengan empati tentang hal-hal yang berkembang menyongsong aksi tersebut, sehingga tidak menimbulkan persepsi bermacam-macam," katanya.
Zaini Shofari juga meminta pemerintah pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar lebih bekerja keras untuk melaksanakan target agenda 100 harinya.
"Pemerintah seharusnya banyak bekerja, bukan bersikap seperti pengamat atau komentator yang banyak memberikan analisanya terutama mengenai aksi rakyat 9 Desember nanti," ujarnya.
Menurut dia, banyaknya analisis yang justru membuat situasi seolah diarahkan pada keadaan gawat.
"Biarkan saja rakyat yang menilai, jangan ada komentar dari kalangan Pemerintah," tandas Zaini Shofari. (ant/sam)
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
3
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
4
Hukum MenarikĀ UangĀ Parkir di Lahan Orang Lain
5
Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya
6
Safari Diplomatik Terakhir, Gus Yahya Kunjungi Dubes Federasi Rusia
Terkini
Lihat Semua