PMII Ancam Kerahkan Massa Jika Interpelasi Lapindo Gagal
NU Online Ā· Kamis, 21 Juni 2007 | 11:02 WIB
Jakarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendukung penuh rencana DPR RI yang akan menggelar Sidang Interpelasi dengan agenda meminta keterangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait kasus lumpur PT Lapindo Brantas di Sidoarjo, Jawa Timur.
Karenanya, oganisasi berbasis massa mahasiswa NU itu mengancam akan mengerahkan massa sebesar-besarnya ke Gedung DPR-MPR di Senayan, Jakarta, jika ternyata sidang interpelasi yang diharapkan berhasil itu ternyata gagal di tengah jalan.
āIni (Sidang Interpelasi Lapindo) adalah masalah kemanusiaan,ā tandas Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PMII Hery Haryanto Azumi di Graha Mahbub Junaidi, Jalan Salemba Tengah, Jakarta, Kamis (21/6).
Hery, mengatakan, masalah Lapindo tak boleh dipandang sebelah mata oleh pemerintah dan DPR. Hery mengaku tak kuasa melihat kondisi para korban Lapindo yang hingga kini belum mendapatkan kejelasan nasib. Padahal bencana itu telah melebihi satu tahun.
āPersoalannya, kalau DPR juga tidak peduli kepada nasib rakyat, ke mana lagi korban meminta pertolongan,ā ungkapnya.
Sidanng Interpelasi, kata Hery, adalah pintu masuk bagi pemerintah dan DPR untuk berjalan bersama dalam rangka memberikan yang terbaik untuk korban Lapindo. Masalah ganti rugi yang hingga kini belum terpenuhi dan korban yang masih terlantar, katanya, bisa dibicarakan oleh pemerintah dan DPR melalui sidang interpelasi tersebut.
āSaya kira sekarang telah masuk pada tahap darurat. Bayangkan saja, korban sudah banyak yang ingin bunuh diri karena merasa tidak kuat memikul beban hidup. Belum lagi dampak sosial lain yang jelas kelihatan di depan mata,ā tutur Hery.
Karena itu, Hery meminta kepada DPR untuk tak ragu lagi dalam bersikap. Yang penting, katanya, interpelasi tersebut tidak hanya sekedar manuver politik DPR saja. Kepada Presiden Yudoyono, PMII berharap, orang nomor satu di Indonesia itu berani menghadapi interpelasi, karena inisiator interpelasi telah menjamin tidak akan menjatuhkan Presiden.
āMenurut kami, interpelasi bisa menghasilkan konsensus untuk mengatasi masalah Lapindo secara bersama-sama. PT Lapindo sendiri tak boleh melepaskan tanggung jawab,ā ujarnya. (rif/amh)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua