Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mengingatkan semua pihak, khususnya pemerintah, agar tidak menganggap remeh ancaman disintegrasi bangsa.
"PMII melihat ancaman disintegrasi bangsa sudah di depan mata jika kita tidak segera berbenah diri," kata Ketua Umum PB PMII Hery Haryanto Azumi di Jakarta, Senin.
Peristiwa penyusupan aktivis gerakan separatis Republik Maluku Selatan (RMS) pada acara yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Ambon, disusul pengibaran bendera Bintang Kejora di Papua, dan deklarasi Partai GAM di Aceh yang terkesan berurutan, kata Hery, tak boleh dianggap angin lalu.
"Menurut saya, tentu peristiwa yang berurutan ini bukan suatu kebetulan. Ini by design. Terlalu luar biasa jika ini sekadar peristiwa kebetulan," katanya.
Menurut Hery, ancaman disintegrasi setidaknya datang dari dua kelompok. Pertama, dari kelompok separatis yang sangat giat dalam menggalang dukungan komunitas internasional.
"Logika yang seringkali dipakai adalah pelanggaran HAM, diskriminasi, dominasi agama. Otonomi daerah sering disalahtafsirkan sebagai federalisasi," katanya.
Ancaman kedua muncul dari kelompok-kelompok radikal dalam agama yang menginginkan adanya pemerintahan global berbasis agama.
"Dalam pandangan mereka, negara bangsa adalah penghambat terwujudnya pemerintahan global. Karena itu, NKRI menurut kelompok ini harus digulingkan," katanya.
Karena itu, kata Hery, PMII melihat perlunya bangsa Indonesia segera melakukan pembenahan internal dan lobi-lobi internasional untuk mempertahankan tegaknya NKRI yang berdasar UUD 1945 dan Pancasila yang mengakui berbagai perbedaan yang ada. (ant/mad)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua