Politisasi Agama Picu Kekerasan Antar Umat di Malaysia
NU Online · Jumat, 29 Januari 2010 | 01:11 WIB
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengungkapkan, salah satu pemicu kekerasan agama di Malaysia adalah adanya politisasi agama. Hal itu dilakukan oleh orang-orang yang mengalami pendangkalan pemikiran soal beragama. Hanya saja, Anwar enggan menyebut siapa orang yang dimaksud.
Untuk itu, pihaknya merasa perlu membawa pola pemikiran almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur untuk bisa diterapkan di negeri jiran tersebut. “Kita terus berupaya melakukan dialog antar agama. Sehingga kekerasan antar agama bisa diminimalisir,” kata Anwar usai berziarah ke makam Gus Dur di Tebuireng, Jombang, Kamis (28/1).<>
Anwar mengatakan, pola pemikiran Gus Dur sangat relefan jika diterapkan di negeri jiran tersebut. Mengingat akhir-akhir ini terjadi kasus kekerasan antar umat beragama. Semisal, pembakaran gereja, dan adanya kepala babi di salah satu Masjid.
“Kita juga meminta agar pemerintah Malaysia menggelar dialog antar agama. Jika hal itu dilakukan maka kekerasan agama bisa di tangkal,” kata Ketua Partai Keadilan Rakyat Malaysia ini.
Anwar menambahkan, saat Gus Dur masih hidup, pernah berpidato di depan konggres Partai Keadilan Rakyat Malaysia. Saat itu, Gus Dur datang atas undangan pihaknya. Dalam forum tersebut mantan presiden ke-4 itu juga melakukan dialog lintas agama. Ada agama Hindu, Budha, dan Kristen.
“Saat itu semuanya berjalan dengan damai. Itu pula yang akan kita lakukan menyikapi kekerasan agama di negeri kami,” tegasnya.
Sebelumnya, Anwar Ibrahim bersama rombongan berziarah ke makam Gus Dur. Di makam tersebut, mantan wakil perdana menteri ini berdoa secara khusu’. Setelah itu, pihaknya ditemui oleh pengasuh ponpes Tebuireng KH Salahudin Wahid alias Gus Solah. Dua orang tersebut berbicara seputar Gus Dur saat masih hidup.
“Gus Dur pernah menjenguk saya ketika berada di penjara,” pungkas Anwar. (min)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri 1447 H: Dari Ramadhan menuju Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
2
Hilal Belum Penuhi Imkanur Rukyah, PBNU Harap Kemenag Konsisten pada Kriteria MABIMS
3
Niat Zakat Fitrah Lengkap untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain yang Diwakilkan
4
Khutbah Idul Fitri Bahasa Sunda: Ciri Puasa nu Ditampi ku Allah
5
Kultum Ramadhan: Memaksimalkan Doa 10 Malam Terakhir
6
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
Terkini
Lihat Semua