Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) mengaku siap jika nantinya akan ada reshuffle terhadap menterinya di kabinet sebagai konsekuensi. Yaitu, jika dianggap perbedaan tabu oleh Presiden di dalam koalisi terkait kesimpulan Angket Bank Century.
"Harus gentlement. Presiden bisa melakukan evaluasi. Kalau tidak sejalan dan harus terima hukuman, bagian dari apa yang menjadi keyakinan Presiden, kita terima saja," ujar Wasekjen PPP Romahurmuzzy di Gedung DPR, Kamis (4/2).<>
Menurut pria yang kerap disapa Romi ini, mengenaskan bahwa landasan diri dari PPP tersebut karena ingin sepenuhnya sesuai mesin-mesin partai. "Yaitu Fraksi PPP ada karena konstituen, walaupun ada permintaan koalisi sejalan dengan Demokrat namun, keberadaan kami karena konstituen," katanya.
Dalam kesimpulannya di sidang paripurna semalam, Fraksi PPP awalnya secara redaksional memilih opsi A. Namun pada pengambilan kesimpulannya memilih opsi C. Menurut Romi, perbedaan pendapat Fraksi adalah bagian dari dinamika. (min)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua