Presiden Dipastikan Hadiri Puncak Harlah ke-82 NU
NU Online · Sabtu, 26 Januari 2008 | 23:04 WIB
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipastikan hadir dan membuka langsung puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) di Gelora Bung Karno, Jakarta, 3 Februari mendatang.
Demikian ditegaskan Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (26/1).<>
Hasyim kemarin menemui Presiden Yudhoyono di Istana negara untuk melaporkan hajatan besar NU tersebut sekaligus mengundang Presiden.
Dia juga mengungkapkan, dirinya bersama rombongan kiai NU juga akan bertamu ke Istana Wapres untuk menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Sabtu (2/2) malam.
Siang hari, sebelum bertemu Wapres, Hasyim mengatakan rombongan kiai juga diundang oleh Menteri Kesehatan (Menkes). “Kita akan makan siang dengan Menkes juga,” ungkapnya.
Menurut Hasyim, para pejabat tinggi negara yang diundang dalam puncak harlah tersebut juga bersedi hadir. Dalam acara tersebut, akan digelar istighosah, dan lain-lain. “Presiden nanti juga akan berpidato,” tuturnya.
Puncak peringatan dihadiri sekira 300 ribu Nahdliyin (sebutan untuk warga NU). Massa berjumlah besar itu datang dari wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Mereka akan datang dan mulai memadati stadion secara bertahap mulai pukul 07.00 WIB.
Panitia pelaksana pusat dan daerah sudah menyiapkan sebanyak 2000 bus yang akan membawa para jamaah menuju tempat hajatan akbar tersebut.
Panitia juga telah menyiapkan fasilitas teleconference (pembicaraan jarak jauh) yang akan digunakan untuk menyiarkan secara langsung pidato Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudz pada acara pembukaan.
Acara itu bakal benar-benar meriah. Telah disiapkan pula penampilan grup Marching Band dari Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. Selain itu, atraksi spektakuler para pendekar Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa dan manuver terjung payung hingga konser dangdut Soneta Group pimpinan Raja Dangdut Rhoma Irama, juga akan turut meramaikan acara tersebut. (rif)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
6
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
Terkini
Lihat Semua