Surabaya, NU Online - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur sangat mendukung pemberian label Halal dan Jujur dari PBNU yang diwacanakan saudagar NU. Alasannya, label Halal dan Jujur tersebut untuk menitik beratkan pada pemasaran produk dan jasa yang dikonsumsi warga Nahdliyin dan umat Islam di Indonesia.
"Apa yang disampaikan oleh Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) sangat jelas, menitikberatkan pemasaran dan menarik konsumen dari warga Nahdliyin dan umat Islam pada umumnya," kata Ketua PWNU Jatim KH. Mutawakil Allallah, Senin (30/1).<>
Ia mengatakan, menyangkut persoalan hukum, apakah produk tersebut halal atau tidak, NU memiliki lembaga yakni Lembaga Bahtsul Masail (LBM). Lembaga tersebut diisi oleh ahli hukum Islam, ahli fiqih.
"HPN akan berkomunikasi dengan LBM. Juga dengan ahli-ahli lainnya seperti tenaga medis, ahli kimia," tandas Kiai Mutawakil.
Label Halal, masih kata Kiai Mutawakil, perlu didukung, karena untuk mengetahui apakah produk yang dikonsumsi tersebut najis atau tidak, halal atau tidak. "Saya sangat setuju adanya label Halal (dari NU)," ujarnya.
Terkait wacana label Jujur, PWNU Jatim juga sangat mendukung sekali. Alasannya, di negeri ini nilai kejujuran sudah mulai luntur, sehingga perlu label Jujur.
"Label Jujur itu perlu, karena di negara kita saya kira miskin kejujuran," tuntas Kiai Mutawakil.
Sumber : detiksurabaya
Redaktur : Emha Nabil Haroen
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua