Rais Aam: Transliterasi Model Akademik Malah Mempersulit
NU Online Ā· Selasa, 10 Maret 2009 | 05:02 WIB
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sahal Mahfudh (Mbah Sahal) menilai, cara penulisan ejaan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia atau transliterasi yang dianjurkan kalangan akademik malah mempersulit banyak kalangan dalam memahami maksud teks asal.
Misal dalam penulisan kalimat āahlussunnah wal jamaāahā kalangan pesantren sebagaimana dalam pola penulisan lama menuliskannya seperti apa adanya saat kalimat itu dibunyikan, namun di dunia akademik kalimat itu dituliskan sesuai kata perkata sehingga berbunyi āahl al-sunnah wa al-jamaah.ā<>
Menurut Mbah Sahal, semestinya kalimat dalam bahasa Arab dituliskan kedalam bahasa Indonesia berdasarkan bunyi ujaran. āBahasa itu ya begitu, berdasarkan suara. Jangan dipersulit,ā kantanya di rumah komplek Pondok Pesantren Maslakul Huda Desa Kajen, Margoyoso, Pati, Sabtu (7/3) lalu.
Kalangan akademik menganjurkan penulisan kata benda dipisahkan dari imbuan "al" yang menyertainya, sehingga dalam beberapa kalimat akan menghasilkan bunyi yang berbeda yang sering disalahfahami terutama oleh kalangan yang tidak belajar bahasa arab secara langsung.
Misal dalam penulisan ānahdlatul ulamaā dan āsafinatun najaā kalangan pesantren membiarkan kata itu ditulis apa adanya atau disambungkan sebagaimana pada saat dibunyikan. Sementara kalangan akademik menganjurkan kata itu di tulis "nahdlah al-ulama" dan "safinah al-naja".
Dalam kesempatan itu diungkapkan, beberapa aturan transliterasi akademik jika diujarkan akan menghasilkan bunyi yang berbeda dengan maksud kalimat itu dalam bahasa Arab. Lebih dari itu akan menjauhkan umat Islam dari cara pengucapan bahasa Arab atau tajwid yang benar.
Misal dalam penulisan huruf dzal dan dlod yang sekarang lebih sering ditulis dengan z dan dh, padahal dalam penulisan lama ditulis dengan dz dan dl.
āKalau dzal ya ditulis dz, kalau dlo ya dl. Ini bukan sekedar tradisi tapi bahasa ya seharusnya begitu,ā kata Mbah Sahal kepada Ketua PP Lajnah Taālif wan Nasyr (LTN) NU Abdul Munāim DZ dalam kesempatan itu.
PP LTN NU sendiri, kata Munāim, sedang menyiapkan draft āTransliterasi Nahdliyyinā dan akan disosialisasikan kepada kalangan pengurus dan warga NU. "Kita ingin mengajak kembali ke pola lama," katanya.
LTN juga berencana akan mengumpulkan beberapa kalangan penerbit NU untuk merumuskan kesepahaman model trasliterasi yang lebih baik.
Mbah Sahal menambahkan, rumusan Transliterasi Nahdliyyin perlu dibicarakan lebih lanjut dengan berbagai kalangan agar menghasilkan pedoman transliterasi yang terbaik. (nam)
Terpopuler
1
Menakar Kapasitas Al-Albani dalam Ilmu Hadits: Benarkah Layak Disebut Muhaddits?
2
Gus Kikin Sebut NU Dukung Program Pemerintah, Fokus pada Pembangunan Manusia
3
PCNU Jombang Harapkan PBNU Masa Khidmah 2026-2031 Prioritaskan Program Keumatan
4
Gus Kikin Targetkan Susunan Kepengurusan PBNU 2026-2031 Rampung dalam 30 Hari
5
Seismik Anak Krakatau Menurun, PVMBG Ingatkan Potensi Letusan Lebih Kuat Masih Terbuka
6
10 Pendapat Al-Albani yang Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah
Terkini
Lihat Semua