Rekomendasi: Palestina Merdeka 2010
NU Online Ā· Senin, 21 Desember 2009 | 04:25 WIB
Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Ahad (20/12), ditutup dengan sejumlah rekomendasi, termasuk kemerdekaan bagi Palestina pada 2010. Untuk mencapai kemerdekaan Palestina, para peserta konferensi mendesak digelarnya pertemuan segi empat antara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Amerika Serikat (AS), Israel, dan Palestina.
"Salah satu hasil kesepakatan peserta konferensi ini adalah kemerdekaan Palestina harus tercapai tahun 2010 M. Apa yang dilakukan masyarakat Palestina terhadap Israel sekarang ini adalah perang kemerdekaan atau perjuangan. Mereka ingin merdeka dari penjajahan," kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi usai acara penutupan konferensi yang diikuti seratus ulama dan cendekiawan Muslim dari sejumlah negara ini.<>
Menurut Hasyim, konferensi juga mendorong kelompok Sunni dan Syiah untuk tidak melakukan kekerasan dan ekstremisme yang mengarah pada aksi-aksi terorisme. Harus dibedakan antara perjuangan dengan terorisme.
Konferensi tersebut diselenggarakan NU bekerja sama dengan World Forum for Proximity of Islamic School of Thoughts Iran.
Dalam rekomendasi ditegaskan, persatuan merupakan hal yang paling mendasar bagi umat Islam, karena itu terjadinya perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam akibat perbedaan mazhab sangat disesalkan.
Umat diimbau mengadakan pendekatan dan bekerjasama dengan kelompok Muslim lainnya. Berbagai kelompok dan mahzab di berbagai negara Muslim diminta menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara berdialog. Umat Muslim diimbau tidak mudah mengkafirkan umat Islam lainnya. (min)
Terpopuler
1
5 Santri Laki-laki Jadi Korban Pelecehan Seksual, Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
2
Kisah Rombongan Gus Dur Diberondong Senapan di Timor Leste
3
Resmikan Klinik di Cilacap, Gus Yahya: Harus Profesional, Bukan Sekadar Khidmah
4
Haji 2026: 5.426 Jamaah Aceh Siap Terbang, Ini Rute dan Jadwalnya
5
Hukum MenarikĀ UangĀ Parkir di Lahan Orang Lain
6
Safari Diplomatik Terakhir, Gus Yahya Kunjungi Dubes Federasi Rusia
Terkini
Lihat Semua