Jakarta, NU Online
Meningkatnya religiusitas dalam tubuh sebuah bangsa adalah bagian dari nasionalisme itu sendiri, selama itu masih berada dalam koridor Negara Kesatuan RI dan Pancasila.
Hal itu dikatakan Rais Syuriah PBNU KH Ma’ruf Amin di Jakarta, Kamis (10/8), menjawab pertanyaan seputar meningkatnya semangat keberagamaan dan rasa kedaerahan.
Dikatakan Kiai Ma’ruf Amin, nasionalisme bangsa Indonesia tidak tidak dapat dikatakan menurun ketika rasa kedaerahan dan keberagamaan masyarakatnya meningkat.
"Saya kira rasa kedaerahan itu berkaitan dengan dimulainya gerakan otonomi daerah yang membuat daerah berlomba-lomba memajukan daerahnya, tetapi itu tidak bisa diartikan sebagai menurunnya rasa nasionalisme," kata Kiai Ma’ruf.
Klaim sektarian yang sering diajukan, lanjutnya, sering dimaknai negatif. Padahal yang dimaksud adalah pengelompokan berdasarkan suatu ideologi tertentu yang merupakan bagian dari kemajemukan bangsa.
"Sektarian itu dihindari, tetapi jangan lantas Islam tidak diperbolehkan hidup seperti misalnya Perda-perda bernuansa syariah tidak boleh, beribadah dengan baik secara Islami dituduh sektarian, ini tidak pada tempatnya," katanya.
Nasionalisme terlihat semakin menurun, justru dengan semakin banyaknya kelompok yang lebih menekankan hal yang berasal dari luar daripada dari bangsa sendiri dengan globalisasi yang semakin meluas.
"Seharusnya kepentingan nasional didahulukan. Meski demikian mementingkan kepentingan nasional itu tidak harus berarti mengucilkan diri dari pergaulan global," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia itu. (nam)
Terpopuler
1
Cinta kepada NU: Lutut Soekarno dan Lutut Saya di Muktamar
2
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
3
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
4
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
5
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
6
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
Terkini
Lihat Semua