Ribuan Orang Israel Berdoa Bagi Kegagalan Konferensi Annapolis
NU Online · Selasa, 27 November 2007 | 10:53 WIB
Yerusalem, NU Online
Banyak orang berharap agar masalah konflik Palestina-Israel segera selesai dengan terbentuknya negera Palestina. Namun, tampaknya, keinginan ini bertentangan dengan aspirasi warga Israel fundamentalis.
Ribuan warga Israel yang berhaluan keras memadati kawasan Dinding Barat Yerusalem, Senin sore, untuk berdoa bagi kegagalan konferensi internasional mengenai konflik Israel-Palestina, yang telah diharapkan banyak kalangan akan meluncurkan lagi perundingan perdamaian antara kedua pihak.
<>Radio Israel mengutip pembicara pada pawai itu yang mengecam konferensi tersebut, yang dijadwalkan diadakan di Annapolis, Maryland Amerika Serikat. Selasa, dan mempertanyakan apakah delegasi Israel pada pertemuan itu "mewakili bangsa Yahudi". Mereka mengeluh bahwa Israel dijalankan oleh "kediktatoran konstusional".
Pawai kedua yang diadakan dewan Yesha permukiman Tepi Barat berlangsung pada Senin malam, tidak jauh dari tempat kediaman resmi Perdana Menteri Ehud Olmert. Olmert memimpin delegasi Israel pada pertemuan Annapolis.
Konferensi ini akan dikuti oleh sejumlah Negara yang terkait dengan kepentingan perdamaian di Palestina. Indonesia merupakan salah satu negara yang diundang, namun hanya sebagai observer.
Agenda utama konferensi tersebut mencakup enam masalah pokok, yaitu Negara Kedaulatan Palestina, status final Kota Jerusalem sebagai ibukota Palestina, perbatasan, pengungsi Palestina, permukiman Yahudi, keamanan, dan pembagian sumber air. (ant/mad)
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
Warga Geruduk Pesantren Ndholo Kusumo Pati, Tuntut Pengusutan Dugaan Pelecehan Seksual
5
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
6
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
Terkini
Lihat Semua