Rozy Munir Bantu Tutupi Potongan Tubuh Akibat Bom di Kedubes Australia
NU Online · Kamis, 9 September 2004 | 10:46 WIB
Jakarta, NU Online
Rupanya Ketua PBNU Rozy Munir selalu dikuntit bom. Pada kejadian bom di Kedubes Australia, ia juga berada tak jauh dari lokasi tersebut. “Mendengar ledakan dahsyat tersebut saya segera berlari kearah lokasi dan ketika melihat beberapa organ tubuh yang berserakan dijalanan, saya segera menutupi potongan kaki, ceceran otak, dan gumpalan daging dijalanan dengan karton dan dedaunan,” ungkapnya dengan nada sedih.
Sebelumnya Rozy Munir termasuk korban dalam Bom Marriot, ia mengalami luka di kening dan pipi. Selanjutnya ketika ada bom di KPU ia juga berada di lokasi untuk mewakili Panwaslu. Karena itulah ketika ada kejadian bom lagi, banyak orang di PBNU menanyakan keselamatannya.
<>Sebenarnya saat itu, ia sedang menunggu rapat pleno Panwaslu yang seharusnya digelar jam 10.00 di Gedung Century Tower Lt 6 kuningan yang letaknya sekitar 500 meter dari lokasi kejadian. Saat mendengar ledakan keras dan asap putih yang berasal dari sekitar pasar festival, ia segera bergegas turun.
Diceritakannya, saat menuju lokasi tersebut, banyak sekali orang yang berlarian, baik untuk menyelamatkan diri maupun menonton. Beberapa gedung rusak disekitar lokasi tersebut selain kantor Kedubes Australia antara lain kantor menteri koperasi dan UKM serta Gedung Mulia, Gdung 86 yang kacanya berantakan.
Anggota Panwaslu Pusat tersebut juga melihat sebuah bus polisi yang biasa berjaga di kedutaan hancur tinggal kerangka. Juga tampak beberapa kerangka sepeda motor yang berserakan di jalanan. Disaat ia tengah menutupi potongan tubuh manusia tersebut, ia melihat menteri kesehatan berjalan kaki melintas menuju rumah sakit MMC untuk memberikan bantuan.
Atas kejadian tersebut, Rozy Munir merasa sangat prihatin dan menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada korban yang meninggal dan menyampikan doa agar mereka diterima disisi Tuhan dan bagi yang ditinggalkan diberi ketabahan iman.
“Semoga pihak kepolisian dan aparat keamanan lainnya dapat menangkap pelaku dapat segera mengungkap dan menangkap pelaku karena banyak orang tidak berdosa menjadi korban. Kedutaan besar adalah perwakilan negara asing yang harus diberi rasa aman. Kejadian ini dapat menimbulkan instabilitas politik karena pemilu putaran kedua sudah diambang pintu juga menyangkut masalah harkat martabat bangsa. Jangan sampai kita terpojok oleh kejadian bom yang dilakukan oleh kaum peneror yang biadab dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.(mkf)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua