Sayeeda Warsi, Muslimah Pertama di Kabinet Inggris
NU Online · Senin, 24 Mei 2010 | 03:46 WIB
Sayeeda Warsi tercatat sebagai anggota kabinet pertama di Inggris yang beragama Islam. Jabatan yang disandang muslimah ini merupakan catatan sejarah baru bagi Islam di Eropa.
Perempuan yang gemar mengenakan busana Muslim ini adalah Ketua Partai Konservatif yang baru, menggantikan David Cameron yang saat ini menjabat sebagai perdana menteri negara tersebut. Jabatannya itu sekaligus tiket baginya untuk duduk sebagai anggota kabinet.<>
Warsi adalah seorang pengacara yang kedua orangtuanya adalah imigran dari Provinsi Punjab, Pakistan, pada 1962. Ayahnya adalah buruh pabrik, yang memberikan suaranya untuk Partai Buruh atau partai pendahulu Cameron, Gordon Brown. Namun ibunya penggemar Konservatif karena mengagumi Margaret Thatcher.
Seperti Dilansir seperti dilansir The Sun, Senin (24/5), Ia menuturkan, ayahnya sungguh berbahagia mendengar kabar anaknya menjadi anggota kabinet.
"Ayah langsung menangis. Ia datang ke Inggris 50 tahun lalu hanya berbekal dua poundsterling di sakinya. Kini putrinya mencatat sejarah sebagai anggota kabinet pertama yang Muslim," papar Warsi haru.
Ayah Warsi menjadi kaya raya setelah memiliki bisnis tempat tidur. Perempuan berusia 39 tahun ini juga berjanji untuk memperbaiki kesempatan bagi perempuan dan etnis minoritas yang kurang mendapatkan tempat di pemerintahan.
Jabatan yang disandang Warsi merupakan sebuah jabatan baru, sebab pemegangnya bisa terlibat dalam area manapun yang menarik baginya. "Saya bisa bekerja dengan kolega lainnya di kabinet dan memastikan semua berjalan dengan lancar," katanya. (nur)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat Dzulqadah: Bulan Damai di Tengah Dunia yang Gemar Bertikai
2
Hukum Mengubur Ikan Sapu-Sapu Hidup-hidup, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit
4
Delegasi Belanda Belajar Nilai dan Kehidupan Santri di Pesantren
5
Risih Tangisan Bayi di Transportasi Umum: Ruang Publik Bukan Milik Kita Sendiri
6
CELIOS: 50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Rakyat, Indonesia Menuju Republik Oligarki
Terkini
Lihat Semua