Warta

Selamat Harlah ke-49 PMII!

NU Online  ·  Rabu, 29 April 2009 | 10:02 WIB

Jakarta, NU Online
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dideklarasikan secara resmi pada 17 April 1960. Tepat pada 17 April lalu organisasi yang dirintis oleh para mahasiswa NU ini telah telah berusia 49 tahun.

Embrio PMII adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Waktu 13 perwakilan IPNU berembuk. Mereka adalah A. Khalid Mawardi (Jakarta), M. Said Budairy (Jakarta), M. Sobich Ubaid (Jakarta), Makmun Syukri (Bandung), Hilman (Bandung), Ismail Makki (Yogyakarta), Munsif Nakhrowi (Yogyakarta), Nuril Huda (Surakarta), Laily Mansyur (Surakarta), Abd. Wahhab Jaelani (Semarang), Hizbulloh Huda (Surabaya), M. Kholid Narbuko (Malang), dan Ahmad Hussein (Makassar).<>

Ketua Pengurus Pusat Lembaga dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda yang juga salah seorang dari 13 tokoh mahasiswa NU yang menjadi tim perumus PMII tidak lupa dengan momen bersejarah hampir setengah abad yang silam itu. ”Sebagai seorang pendiri saya ucapkan selamat ulang tahun,” kata Kiai Nuril kepada NU Online di kantor PBNU Jakarta, Rabu (29/4).

”Waktu itu yang mahasiswa tidak mau di IPNU karena sudah bukan pelajar. Namun rekan-rekan IPNU tidak mau mendirikan organisasi lagi karena takut menggembosi IPNU. Sementara beberapa teman mahasiswa NU tidak mau bergabung dengan HMI, dan mahasiswa NU harus punya organisasi sendiri. Melalui proses yang panjang akhirnya dibentuklah PMII dan disetujui oleh Ketua Umum PBNU waktu itu KH Idham Kholid,” demikian Kiai Nuril.

Pada Mubes di Murnajati, tepatnya 14 Juli 1971 PMII menyatakan terlepas dari NU, waktu itu NU menjadi partai politik. Maklum sejak dasawarsa 70-an, pemerintah Orde Baru mulai semakin mengabaikan fungsi organisasi politik. Sementara organisasi kemahasiswaan didorong untuk kembali ke kampus.

Meski telah independen, kata Kiai Nuril, PMII tetaplah bagian dari NU. ”Karena itu kader PMII jangan lupa kita ini putra-putri NU. Meski independen tapi garis merahnya adalah NU, ahlussunnah wal jamaah. Jangan sampai melupakan sejarah awal PMII didirikan, idealisme atau tata tertib organisasinya,” katanya.

Peringatan Harlah

Sementara itu peringatan hari lahir (harlah) PMII diadakan di berbagai daerah sepanjang bulan ini dengan berbagai kegiatan. Di Brebes, Jawa Tengah, peringatan diadakan di Masjid Agung Brebes Sabtu (18/4) malam. KH Musthofa Aqil dalam kesempatan itu mengingatkan, PMII harus melakukan kajian ilmiah terhadap berbagai persoalan bangsa maupun agama. Hal ini penting untuk menunjukan eksistensi PMII sebagai wadahnya para Mahasiswa NU.

“Pemikiran para kiai, terlebih di era sekarang, kerap mendapat tantangan dengan alasan bid'ah. Makanya PMII harus mampu melakukan kajian ilmiah, agar penentang tersebut gelepotan,” kata Wakil Ketua PP LDNU itu.

Di Serang, Banten, para anggota PMII melakukan aksi damai di perempatan Ciceri, Kota Serang, Jumat (17/4). Para mahasiswa mengimbau agar budaya Indonesia yang telah hilang akibat perhelatan Pemilu Legislatif lalu kembali direkatkan.

“Kemana budaya Indonesia yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika. Saat ini, seluruh politisi malah mengotak-kotakkan kepentingan?” kata Ketua PMII Cabang Serang Indra. Para politisi diminta bersatu untuk kepentingan nasional

Di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (25/4) kemarin diadakan kegiatan ”Semalam Bersama Kader” di gedung Serbaguna Bintang Sembilan Padang. Ketua Advokasi PMII Kota Padang Alim Marwin Z menyatakan, PMII sepanjang perjalanannya sejak 49 tahun lalu tidak pernah melupakan sejarah. Apalagi menggelapkan sejarah perjuangan anak bangsa yang sudah berbuat untuk mempertahankan dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Di hadapan para kader PMII Kota Padang, Alim mengakui, ada organisasi tertentu yang mencoba melupakan sejarahnya sendiri. Bahkan menghilangkan peran PMII dalam percaturan perjalanan sejarah bangsa Indonesia ini.

”Kader PMII haruslah memahami dan memiliki wawasan sejarah perjalanan PMII dan bangsa Indonesia. Sehingga setiap kader PMII tidak bisa dikecoh pihak tertentu yang ingin mendeskreditkan PMII,” kata Alim. (nam/mad/was/arm)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang