Sertifikasi Halal Untungkan Pengusaha Makanan di Australia
NU Online · Kamis, 21 Oktober 2010 | 22:14 WIB
Makanan dengan sertifikasi halal mendapatkan tempat tersendiri di rumah makan, tempat pemotongan daging atau ternak di Australia. Beberapa rumah makan dan rumah potong daging memasang logo halal untuk meyakinkan ke konsumen tentang sertifikasi yang telah mereka dapatkan.
Ketua Halal Certification Authority Australia Mohamed El-Mouelhy menerangkan sertifikasi halal hanya diberikan kepada perusahaan jasa makanan yang telah memenuhi standar kesehatan dan ajaran Islam.<>
"Kami akan mengadakan investigasi ke perusahaan yang mengajukan permohonan sertifikasi sebelum kami mengeluarkan sertifikasi," kata Mohamed El-Mouelhy saat meninjau sebuah rumah makan Padang, Pondok Buyung, yang terletak di 124 Anzac Parade, Kensington, Sydney.
Sementara menurut Amin Hadi, sertifikasi halal setidaknya memberikan keuntungan tersendiri bagi pemilik jasa makanan karena makanan yang dijajakan tidak hanya dicari oleh pasar dari kalangan umat Muslim tetapi juga umat non-Muslim.
"Karena semakin banyak pengunjung berdatangan ke rumah makan dengan sertifikasi halal semakin bertambah juga rumah makan yang berusaha mendapatkan sertifikasi," kata Amin Hadi.
"Biasanya yang datang ke sini orang Pakistan, Bangladesh, Singapura dan Yahudi," kata Syarief, pemilik rumah makan Pondok Buyung. "Masalah kepercayaan atau terbiasa dengan makanan Indonesia karena pernah ke Bali sebelumnya," jelas pria asal Kepulauan Riau itu saat ditanya alasan dari pengunjung mendatangi rumah makannya. Syarief yang telah memulai usahanya itu sejak 1976 mengaku mendapatkan omzet rata-rata 2.000 dollar Australia per harinya. (sam/kcm)
Terpopuler
1
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026–2031 Hari Ini
2
Kabar Baik, Kemenhaj Turunkan Masa Tunggu Haji Jadi 14 Tahun
3
Bijak Menyikapi Tahlilan dan Sedekah untuk Mayit di Tengah Ekonomi Sulit
4
Gus Kikin: Hubungan Indonesia-Palestina Terjalin Panjang Sejak Perjuangan KH Hasyim Asy’ari
5
Hari Ke-15 Pencarian Korban KMP Virgo Transport 8 Tenggelam: 2 Jenazah Ditemukan, 69 Masih Hilang
6
25 Kader Pasukan Inti Taiwan Dibaiat, Gus Nabil: Bersiaplah Menjadi Ksatria Khidmah
Terkini
Lihat Semua