Silaturrahim PBNU-PWNU Jatim Strategis Hadang Islam Garis Keras
NU Online · Senin, 16 Juli 2007 | 06:48 WIB
Surabaya, NU Online
Kegiatan silaturrahim antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Pengurus Wilayah NU Jawa Timur beserta seluruh tingkatan pengurus di bawahnya merupakan salah satu langkah strategis untuk menghadang gerakan Islam garis keras yang semakin marak belakangan ini.
Demikian dikatakan Sekretaris PWNU Jatim, H Masyhudi Muchtar kepada NU Online di Kantor PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya, Senin (16/7).
Menurut Masyhudi, pertemuan yang sudah digelar sebanyak enam kali dari sembilan kali yang direncanakan tersebut memang ditujukan untuk membentengi kalangan Nahdliyin (sebutan untuk warga NU) dari serangan paham-paham lain yang belakangan semakin gencar mengarah ke NU.
“Baik mereka yang berpaham tasyaddud (radikal) maupun mereka yang berpaham tasahul (liberal). Padahal keduanya tidak sesuai dengan paham yang digariskan para pendiri NU,” tutur Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jatim, itu.
Selain itu, ujar Masyhudi, silaturrahim tersebut juga untuk merekatkan kembali persaudaraan warga NU (ukhuwah Nahdliyah) yang belakangan sedikit renggang akibat politik praktis. Ia menegaskan, ukhuwah Nahdliyah merupakan hal yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebab, merupakan salah satu tujuan NU didirikan, yaitu menyatukan ulama pesantren dan pengikutnya.
Karena itu pula, PWNU Jatim menginginkan agar kalangan Nahdliyin mampu memahami dengan benar Khittah NU 1926. keputusan politik tersebut, menurutnya, tidak boleh lagi hanya dipahami oleh pengurus NU sebagai hubungan NU dengan partai politik. Harus lebih luas lagi, yaitu menyangkut penataan organisasi (jam’iyah) yang akan meningkatkan pengabdian NU pada umat, baik dalam pengembangan pendidikan, ekonomi, maupun dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.
“NU itu besar, tapi belum terkoordinir secara memadai. Kalau ini diteruskan, akan njomplang (timpang, Red), beban jamaah tinggi, sedangkan kemampuan jam’iyah rendah. Makanya, kemampuan harus terus ditingkatkan,” ujar Masyhudi.
Informasi yang diterima dari PBNU, kata Masyhudi, PWNU lain juga mulai banyak melirik pertemuan besar model PWNU Jatim tersebut. Sebab, pertemuan itu dinilai sangat efektif untuk menyampaikan pesan.
Dalam waktu tidak lama lagi, PWNU lainnya akan mengikuti langkah itu. Target yang dicanangkan PBNU, awal 2008, semua PWNU di Indonesia sudah melakukan pertemuan serupa. (sbh)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua