Meski Pemda Jatim, Jabar dan Banten telah mengeluarkan SK larangan bagi kegaiatan Ahmadiyah di daerahnya, namun Pemda Jawa Tengah tidak mengeluarkannya sampai ada petunjuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Karena dalam pelurusan akidah dan kerukunan umat beragama selama ini Pemda mengikuti MUI Jateng.
“Jadi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan mengeluarkan rekomendasi mengenai larangan terhadap Ahmadiyah. Saya menunggu rekomendasi MUI dalam rangka meluruskan akidah Ahmadiyah," kata Gubernur Jateng Bibit Waluyo di Jateng, Kamis (3/3) seusai memberikan pengarahan kepada seluruh bupati/wali kota se-Jateng di Pendopo Si Panji Purwokerto, Kabupaten Banyumas.
<>
Meneurut Bibit, pihaknya akan mengikuti keputusan MUI terkait Ahmadiyah karena hal itu sangat sensitif. Terkait hal itu, dia mengimbau, media massa untuk turut menjaga kondusifitas melalui pemberitaan terkait dengan persoalan Ahmadiyah.
"Jaga kondusivitas, jangan membuat obor, tidak boleh seperti itu, nanti yang rugi juga kita. Anda menulis, tapi menulis yang membangun, kan begitu," ujar Bibit lagi.
Dikatakan, bahwa Pemda selama ini selalu mengacu pada kebijakan MUI Jateng terkait dengan upaya meluruskan akidah yang dijalankan jamaah Ahmadiyah. "Jadi, MUI-lah yang berdiri di depan untuk meluruskan akidah ini. Kami nanti akan mengawal," katanya.
Dalam hal ini, kata dia, pemerintah akan mengawal untuk mewujudkan kerukunan umat beragama maupun meluruskan akidah yang tidak tepat. (amf/ant)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Pesantren Al-Falah Ploso Kediri sebagai Lokasi Pembukaan Munas-Konbes NU 2026
2
TNI-Polri Hadang Massa Aksi BEM UI yang Hendak Menuju Bundaran HI
3
Selain TNI-Polri, Komcad Juga Disiagakan saat Aksi Indonesia Bangkrut
4
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Hari Ini, Berikut Tuntutannya
5
Koalisi Masyarakat Sipil Soroti Pengerahan TNI dan Komcad dalam Aksi Indonesia Bangkrut
6
Jalan Kaki 40KM, Mbah Musthofa Tunaikan Nadzar Pulang Haji
Terkini
Lihat Semua