Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali menyayangkan hasil dari lembaga survei yang menyebutkan bahwa kader PPP membawa virus asusila, korupsi, dan poligami.
Menurutnya, hasil survei tersebut cenderung tendensius karena hanya ingin mendiskreditkan partainya saja.<>
Di Semarang, Jawa Tengah, Senin (6/4), Suryadharma menyatakan keraguannya kesahihan metodologi penelitian yang digunakan lembaga survei tertentu yang menyebutkan perolehan suara partai berlambang kabah itu akan turun pada Pemilu 2009.
"Kami patut mempertanyakan metodologi penelitian yang digunakan lembaga survei tersebut benar atau tidak. Jangan-jangan hanya untuk mendiskreditkan partai tertentu," ujarnya.
Ia mengatakan, ada kontradiksi hasil survei yang dikemukakan sejumlah lembaga survei dengan kenyataan di lapangan, mengingat jumlah massa pendukung kampanye partai ini di Jateng tidak kalah dengan partai besar lainnya.
Demikian pula dengan hasil survei yang diselenggarakan lembaga survei tertentu yang mengatakan suara PKS dan PPP akan tersedot ke Partai Gerindra karena politisi dari kedua partai itu membawa virus asusila, korupsi, dan poligami.
"Kader partai yang melakukan tindakan asusila, korupsi, dan poligami bukanlah kebijakan partai," katanya.
Suryadarna menyebut pernyataan satu lembaga survei yang mengatakan poligami sebagai virus, adalah penghinaan terhadap umat Islam dan Al-Qur’an.
"Poligami merupakan ajaran yang berasal dari Alquran," tandasnya seraya memastikan dia sendiri bukan pendukung poligami karena soal ini adalah pilihan setiap individu. (ant/sam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
2
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Sembilan Hakim MK Diadukan ke MKMK karena Tunjukkan Ijazah Gibran ke Pemohon
5
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
6
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
Terkini
Lihat Semua