Tak Perlu Terkecoh dengan Ajaran yang 'Aneh-Aneh'
NU Online · Senin, 21 Agustus 2006 | 04:36 WIB
Medan, NU Online
Ketua Umum PBNU KH. A. Hasyim Muzadi meminta umat Islam tidak terkecoh dan selalu waspada terhadap ajaran Islam yang “aneh-aneh” yang dapat meresahkan masyarakat.
Umat Islam perlu lebih berhati-hati dan selalu waspada terhadap setiap ajaran Islam model baru yang disebarkan secara simpatik oleh seseorang yang mengaku sebagai ustadz, wali dan bahkan Jibril.
“Di Malang ada yang mengaku sebagai kelompok Islam tapi sholatnya menggunakan dua bahasa,” kata Hasyim pada Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, di Medan, Minggu (20/8) kemarin.
Dicontohkan lagi, di Purwokerto dan Jakarta seorang umat Islam mengaku sebagai Jibril atau mendapatkan wahyu dari Jibril. “Orang tersebut sudah diamankan oleh pihak berwajib,” katanya.
Begitu pula di salah satu daerah di Jawa Tengah ada kelompok yang sedang Shalat menganjurkan jamaahnya agar tidak menggunakan busana. “Tindakan seperti ini tidak hanya aneh, melainkan juga tidak sesuai dengan ajaran Islam,” kata Hasyim.
Umat Islam diminta jangan sampai terpengaruh dengan ajaran yang menyesatkan, karena ajaran yang aneh-aneh itu tidak ada dalam Islam. "Masyarakat jangan sampai terkecoh akan ajaran itu,” kata Hasyim.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang itu mengingatakan, saat ini, banyak orang yang kelihatan pandai dan mempunyai ilmu agama yang tinggi, namun tidak dibarengi keimanan kepada Allah SWT.
“Seorang yang mengetahui hukum kadang mereka itu sering melakukan pelanggaran dan perbuatan tidak terpuji yang bertentangan dengan hukum tersebut. Hal semacam itu terjadi karena ilmu tinggi yang dimilikinya tidak dibarengi keimanan, ketaqwaan serta tidak mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” ujarnya. (har/nam)
Terpopuler
1
Menkeu Suahasil: Keuangan Negara Harus Bisa Jalankan Program Prioritas Pemerintah
2
137 Mahasantri Ma'had Aly Lolos Seleksi Administrasi Beasiswa Berkah Muktamar Ke-35 NU
3
Prabowo Bicara Ketahanan di BRICS, Rakyat Indonesia Masih Menghirup Asap Karhutla
4
Menteri Agama Lantik Basnang Said Jadi Dirjen Pesantren Pertama
5
Di KTT BRICS, Prabowo Dorong Global South Bersatu
6
Data Antrean Haji Dibersihkan, Masa Tunggu Faktual Diperkirakan 14-15 Tahun
Terkini
Lihat Semua