Tayangan Infotainment Disinyalir Tingkatkan Perceraian
NU Online · Selasa, 8 Februari 2011 | 09:27 WIB
Tayangan infotainment di layar kaca yang mempertontonkan kawin-cerai selebritas tanah air disinyalir meningkatkan angka perceraian di kabupaten Jepara. Dari data di lapangan, tahun 2010 jumlah perkara perceraian lebih tinggi jika dibandingkan dari tahun sebelumnya mencapai 1659 kasus. Padahal, 2009 terdapat 1305 perkara. Sehingga, 2010 lebih banyak 354 kasus dari pada tahun sebelumnya.
Demikian dikemukakan Malik Ibrahim, ketua Pengadilan Agama kabupaten Jepara, Selasa (8/7). Menurutnya, semakin meningkatnya angka perceraian dari tahun ke tahun salah satunya akibat meniru pasangan suami-istri selebritas yang kerap menjalani kawin-cerai.<>
“Bisa jadi semakin meningkatnya angka perceraian di Jepara karena meniru pasangan artis yang kerap melakukan kawin-cerai,” katanya.
Sebenarnya, kata Malik tayangan kawin-cerai bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya perceraian tetapi bisa juga disebabkan masalah ekonomi yang serba terbatas.
“Karena masyarakat sudah mulai memahami hukum, istri yang paham hak-haknya tidak terpenuhi dengan baik maka diselesaikan dengan perceraian,” jelasnya.
Dari tahun 2009 hingga 2010, lanjutnya masih tersisa ratusan kasus yang perlu diselesaikan pada tahun ini. Sebab, banyak kasus yang masuk ke pengadilan pada akhir tahun kemarin. Penyelesaiannya pun tidak bisa langsung karena mesti ditempuh hingga empat bulan lamanya. Apalagi jika pihak tergugat tidak diketahui keberadaaannya. (qim)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
2
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
3
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
4
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
5
Khutbah Jumat: Tetap Membaca Al-Qur’an di Tengah Kesibukan Hidup
6
Khutbah Jumat: Mari Tingkatkan Kualitas dari Ibadah Personal Menuju Kepedulian Sosial
Terkini
Lihat Semua