Nasional MUKTAMAR KE-35 NU

Mubes Warga NU 2026 Digelar di Jombang, Bahas Masa Depan NU di Abad Kedua

NU Online  ·  Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:00 WIB

Mubes Warga NU 2026 Digelar di Jombang, Bahas Masa Depan NU di Abad Kedua

Ilustrasi Mubes warga NU 2025. (Foto: dok istimewa)

Jombang, NU Online

Musyawarah Besar (Mubes) Warga Nahdlatul Ulama (NU) 2026 akan digelar di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026). Forum ini menjadi ruang partisipasi warga untuk membicarakan arah dan masa depan NU memasuki abad kedua.


Penanggung jawab Mubes Warga NU 2026, Inayah Wahid, mengatakan forum tersebut digelar di tengah momentum Muktamar ke-35 NU di Jombang. Namun, Mubes tidak menjadi bagian dari mekanisme formal Muktamar dan tidak diarahkan untuk mendukung atau menolak kandidat tertentu.


"Mubes ini bukan tentang siapa yang akan memimpin NU, tetapi tentang NU seperti apa yang ingin dibangun pada abad kedua dan bagaimana kebesaran NU semakin dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat," ujar Inayah dalam keterangan yang diterima NU Online.


Menurut Inayah, NU menghadapi tantangan yang semakin kompleks memasuki abad kedua. Perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi, ketimpangan, krisis lingkungan, persoalan demokrasi, hingga kebutuhan warga yang terus berkembang membutuhkan penguatan orientasi khidmah NU.


Atas dasar itu, Mubes Warga NU 2026 diharapkan dapat memperluas ruang percakapan mengenai masa depan NU dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem NU.


"Mubes dimaksudkan untuk memperluas partisipasi warga dalam membicarakan masa depan NU. Forum ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan kewenangan struktur organisasi NU," kata Inayah.


Hadirkan Beragam Suara Warga NU

Inayah menjelaskan, Mubes akan mempertemukan berbagai unsur, mulai dari kiai, nyai dan pengasuh pesantren, warga NU dari berbagai daerah, pengurus NU, perempuan dan generasi muda, akademisi, profesional, pelaku ekonomi, penggerak komunitas, aktivis sosial dan lingkungan, pekerja media, seniman, budayawan, hingga kelompok rentan.


Keragaman peserta tersebut diharapkan menjadikan Mubes sebagai ruang bagi warga NU untuk menyampaikan pengalaman, kegelisahan, kritik, dan gagasan mengenai masa depan jam'iyah.


Forum akan berlangsung melalui sesi pleno dan diskusi kelompok. Pembahasan diarahkan pada sejumlah isu utama, antara lain kemandirian NU dan demokrasi, integritas organisasi, serta penguatan peran warga dalam kehidupan NU.


Sejumlah tokoh dijadwalkan mengisi Mubes, di antaranya KH A Mustofa Bisri, Nyai Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH dr Umar Wahid, Prof M Mahfud MD, KH Lukman Hakim Saifuddin, dan Ning Alissa Wahid.


Bakal Hasilkan Rekomendasi untuk Muktamar

Mubes Warga NU 2026 diharapkan menghasilkan Deklarasi Warga NU untuk Abad Kedua, rekomendasi kepada Muktamar ke-35 NU dan kepengurusan NU periode berikutnya, prinsip mengenai kemandirian dan kemaslahatan NU, serta agenda penguatan partisipasi warga.


Selain itu, forum tersebut diharapkan melahirkan agenda prioritas khidmah NU di bidang yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, seperti ekonomi warga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, lingkungan hidup, serta keberpihakan kepada kelompok miskin dan terpinggirkan.


Menurut Inayah, masa depan NU tidak hanya ditentukan oleh pengurus organisasi, tetapi juga oleh jutaan warga yang setiap hari menghidupkan nilai-nilai NU di pesantren, madrasah, kampung, tempat kerja, komunitas, dan berbagai ruang kehidupan masyarakat.


"Pertanyaan yang hendak dibawa dalam Mubes bukan siapa yang akan memimpin NU, tetapi NU seperti apa yang hendak dibangun pada abad kedua dan untuk siapa kebesaran NU itu diabdikan," pungkasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang