Keheningan menyelimuti seluruh ruang utama gedung Konggres Amerika Serikat (AS), Rabu (3/3) pagi waktu setempat. Saat itu seorang tokoh Muslim AS, Abdullah Antepli, membacakan doa dalam salah satu sesi persidangan anggota Konggres.
"Assalamu'alaikum, kedamaian bersama Anda," begitu kata Antepli membuka doanya seperti tertulis di situs Islamonline. Selama ini, Antepli adalah pemimpin komunitas Muslim di Universitas Duke, Durham, AS. "Ya Tuhan seluruh negara, pandanglah penuh kemurahan Konggres yang terhormat ini. Tunjuki para pengambil keputusan ini dengan cahaya-Mu,'' tutur Antepli melanjutkan doanya.<>
Selanjutnya dia pun memanjatkan doa agar seluruh anggota Konggres diberi kekuatan untuk menghapuskan rasialisme, serta menciptakan kebersamaan. Dia juga mendoakan supaya anggota Konggres diberi hati yang bersih dan cara berpikir yang menyehatkan. "Berita tentang seorang pemuka umat Islam yang membacakan doa di Konggres ini menjadi angin yang menyegarkan," ungkap Antepli.
Ini adalah kali ketiga bagi seorang tokoh Muslim untuk membacakan doa dalam persidangan di Konggres AS sejak tahun 1789. Antepli menilai bahwa kesempatan yang diberikannya untuk membacakan doa di Konggres ini merupakan simbol bahwa Islam sudah mulai menjadi bagian yang memiliki peran penting bagi AS.
Saat doa dibacakan, anggota dari beberapa komunitas Muslim di AS pun berkesempatan untuk hadir di Konggres. Salah satu anggota Konggres dari North Carolina, David Price pun mengaku bahagia bisa ikut mendengarkan doa Antepli. "Ini merupakan kehormatan bagi saya atas hadirnya beliau (Antepli) untuk membacakan doa di sini," kata David. (syf)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua