Ulama Berperan Membantu Gerakkan Perekonomian Umat
NU Online · Jumat, 15 Juni 2007 | 06:17 WIB
Padang, NU Online
Para ulama dinilai berperan penting dalam menggerakkan dan mendorong perekonomian umat berbasis nagari, karena berpeluang langsung dekat dengan masyarakat serta mempu membangun paradigma berpikir untuk meningkatkan ekonominya.
"Para ulama diharapkan mampu memberikan terobosan kepada masyarakat dalam mendorong pertumbuhan perekonomiannya," kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (14/6) kemarin.
Hasyim hadir di Padang dalam rangka Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) XII NU Sumbar tahun 2007 M/1428 H di Asrama Haji Parupuk Tabing Padang, diikuti sekitar 150 pengurus dari wilayah kabupaten/kota di daerah itu.
Menurut dia, menggerakkan perekonomian masyarakat berbasis nagari tersebut berpeluang besar membantu pengentasan kemiskinan, sehingga rakyat tidak perlu menjual akidahnya karena kelaparan.
Dia menyebutkan terkadang banyak ulama tidak menyadari kebutuhan umatnya, dengan hanya memberikan ceramah tanpa mengerti sebenarnya apa yang dibutuhkan umatnya. "Orang sedang lapar kemudian diceramahi, mana mungkin masuk," ujarnya.
Terkait kondisi itu, menurut dia, sebuah organisasi keagamaan, dalam hal ini perlu menindaklanjuti dengan membentuk usaha bersama guna mensejahterakan seluruh anggota.
Jika hal tersebut dapat terwujud maka dalam mendukung pendanaan sebuah organisasi keagamaan seperti NU tidak perlu terlalu tergantung dari dukungan dana pemerintah maupun anggotanya, namun dapat diperoleh dari kegiatan perekonomian dilakukan sendiri.
Dia mencontohan Pengurus Wilayah Jambi dan DKI Jakarta yang telah memiliki usaha perkebunan dengan luasnya hampir ribuan hektar yang diusahakan secara swadaya.
Pada kedua wilayah tersebut mereka mengusahakan kebun karet dan sawit sehingga kini telah mampu membiayai diri sendiri. "Jika telah ada usaha tersebut tidak perlu lagi tergantung dukungan dana dari berbagai pihak dan bisa mandiri serta dapat melakukan berbagai kegiatan," ujarnya.
Sekretaris Daerah Sumbar, Yohanes Dahlan, dalam kesempatan tersebut menyebutkan, kini para ulama NU dihadapkan pada tantangan besar untuk meningkatkan kualitas kehidupan beragama khususnya di Sumbar.
Kehidupan beragama, kata dia, kini telah mulai menurun dengan berkurangnya kuantitas dan kualitas ibadah, serta maraknya tindakan merusak moral seperti berjangkitnya sejumlah penyakit masyarakat.
Kondisi ini, katanya harus menjadi perhatian ulama dan menjadi agenda penting dalam musyawarah wilayah ini, ujarnya.
Dia para ulama NU juga diharapkan mampu menjadi kader guna menggerakkan perekonomian umat untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan dan memerangi kemiskinan. (ant/sul)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua