Upaya Satukan NU di Pilgub Jatim Terancam Gagal
NU Online · Kamis, 14 Februari 2008 | 12:27 WIB
Jakarta, NU Online
Keinginan KH Hasyim Muzadi untuk bisa menyatukan seluruh elemen NU sebagai komunitas terbesar untuk menyatukan diri dalam Pilgub tampaknya terancam gagal. Ketua Umum GP Ansor Syaifullah Yusuf telah digandeng oleh Soekarwo untuk menjadi cawagub melalui koalisi PAN dan Partai Demokrat.
Syaifullah Yusuf sendiri mengakui adanya perpecahan di lingkungan NU dan ia siap untuk bersaing sesama kader NU. “Suara NU pasti pecah,” katanya kepada wartawan seusai membuka Dialog dan Pelatihan HAM di secretariat GP Ansor, Kamis, (14/2).
Ia mengaku mendapat dukungan dari sejumlah kiai dan pesantren besar yang berpengaruh seperti dari beberapa pesantren di Kediri. Namun ia tak mau menyebutkan lebih awal. “Saya tak mau mengklaim, takut mereka marah,” tandasnya.
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa juga dilirik oleh sejumlah partai seperti PDIP dan PKS untuk dijadikan cawagub di Jatim, namun sejauh ini, belum ada kepastian. Ia sendiri beranggapan bahwa NU yang mayoritas di Jatim bukan dijadikan cawagub, tetapi harus calon gubernur.
Sementara itu, Ketua PWNU Ali Maschan Moesa digadang-gadang oleh calon dari Golkar Soenarjo yang juga ketua DPD Golkar Jatim. Sejumlah PCNU menyatakan ketidaksetujuannya dan tetap meminta agar Ali Maschan konsentrasi mengurusi NU Jatim. Kondisi ini juga menyebabkan pencalonannya mengambang.
PKB, partai yang dilahirkan oleh NU dan yang merupakan partai pemenang di Jatim memilih Ahmady yang saat ini menjabat sebagai bupati Mojokerto. Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur juga telah meminta agar wakilnya dari NU dan bisa mendulang suara.
KH Hasyim Muzadi menyatakan upaya penyatuan suara yang digagasnya ini salah satunya untuk mencegah konflik diantara warga NU untuk kepentingan politik sesaat yang merugikan ukhuwah nahdliyyah yang sudah berjalan lama.
“Jangan sampai Pilkadanya sudah selesai, tapi antar kiai yang beda dukungan masih belum mau saling berbicara. Padahal calon yang bersaing saja sudah bekerjasama,” katanya dalam berbagai forum. (mkf)
Terpopuler
1
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
2
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
3
Pemerintah Tetapkan Logo Resmi HUT ke-81 RI, Ini Makna Desain dan Cara Unduhnya
4
DPR Desak Latsarmil Calon Manajer Kopdes Dihapus, Negara Bisa Hemat Lebih dari Rp1 Triliun
5
Hari Bhayangkara Ke-80, Presiden Prabowo Klaim Polri Berkontribusi pada Ketahanan Pangan dan MBG
6
Rais Syuriah PBNU Ingatkan Pengurus PWNU Aceh: Jangan setelah Dilantik Malah Jadi Urusan
Terkini
Lihat Semua