Surat kabar Denmark Politiken meminta maaf karena telah menyinggung umat Islam ketika koran itu mencetak ulang kartun Nabi Muhammad dengan sorban berbentuk bom pada tahun 2008. Hari Jumat, koran Politiken "menyesalkan" bahwa umat Islam tersinggung oleh cetak ulang itu. Harian itu tidak meminta maaf atas keputusan untuk mencetak ulang, hanya meminta maaf atas akibat dari cetak ulang itu.
Dalam permintaan maafnya, koran itu menegaskan tidak melepaskan haknya untuk menerbitkan gambar-gambar yang kontroversial. Politiken adalah surat kabar pertama Denmark yang secara resmi meminta maaf kepada mereka yang tersinggung oleh kartun itu.<>
Seorang pengacara Arab Saudi, mewakili delapan kelompok Muslim di Timur Tengah dan Australia telah menuntut permintaan maaf dari 11 surat kabar Denmark yang mencetak ulang kartun itu tahun 2008. Koran-koran itu mencetak ulang kartun itu setelah tiga orang ditangkap karena berkomplot untuk membunuh kartunis tersebut.
Media Denmark sebelumnya bersatu menolak seruan meminta maaf atas penerbitan 12 kartun Nabi Muhammad yang menyulut protes keras empat tahun lalu. Pemimpin redaksi Jyllands-Posten, yang pertama kali mencetak kartun itu, telah mengecam permintaan maaf Politiken. (ful)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua