Moskow, NU Online
Ravil Gainutdin, presiden Perhimpunan Mufti Rusia, mempertimbangkan perlunya kejelasan untuk mendefinisikan pengertian Wahabisme sebelum aliran itu dilarang. Hal tersebut dilontarkan kepada wartawan yang meliput pertemuan anggota Dewan Inter-religius Rusia dengan anggota Dewan Federasi majelis tinggi Parlemen Rusia.
Gainutdin mengatakan menentang terorisme "termasuk larangan legislatif mengenai Wahhabisme" harus dibahas segera. "Dalam segala hal tidak pantas kita menyamakan terorisme dan Islam --itu bukan hal yang sama", kata mufti tersebut. Dia mencatat bahwa tidak perlu melakukan konsultasi dengan para pakar di dalam Dewan Muslim Rusia saat membuat rancangan naskah dokumen yang melarang Wahhabisme.
<>"Kita harus benar-benar menganalisa fenomena itu agar rancangan undang-undang yang akan disahkan tidak akan menyakiti umat Islam yang tidak bersalah," kata Gaitnudin. "Jika Wahhabisme berarti terorisme dan aliran tersebut menyeru melakukan pertumpahan darah, kami akan melarang seluruh ajaran aliran itu".
Anggota majelis tinggi Parlemen Rusia yang hadir dalam pertemuan itu menyatakan mereka akan menginformasikan pandangan-pandangan tersebut kepada kolega mereka di Dewan Federal dan Duma. (atr/Itar-Tass/cih)
Terpopuler
1
Khutbah Shalat Istisqa: Memohon Hujan, Ampunan, dan Rahmat Allah
2
Prabowo Bentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove untuk Perkuat Pencegahan Karhutla
3
Hukum Shalat di Atas Sajadah Bergambar dan Berwarna Mencolok
4
Hukum Mengisi Absensi Teman yang Tidak Masuk Kerja
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Ngarep-arep Tumurune Udan kelawan Nyuwun Pangapuran lan Tetulungan
6
Indonesia dan Sejumlah Negara Walk Out Saat Netanyahu Naik Mimbar Majelis Umum PBB
Terkini
Lihat Semua