Warta

Wakil Rais Aam: Kaderisasi Perlu Penanganan Serius

NU Online  ·  Senin, 11 Mei 2009 | 00:28 WIB

Malang, NU Online 
Dalam kondisi masyarakat yang pragmatis seperti sekarang ini, pembangunan karakter dan mental bangsa memerlukan penanganan serius. Oleh karena itu, kaderisasi tidak bisa dikerjakan secara asal-asalan.

Demikian disampaikan Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof DR KH Tolchah Hasan dalam Kuliah Perdana Pendidikan Kader Pemimpin (PKP) NU di Kantor Pengurus Cabang (PCNU) Kabupaten Malang, Sabtu (9/5) lalu.<>

Dalam paparannya KH Tolchah berpesan, dalam proses kaderisasi itu pengurus organisasi harus memiliki sifat senang melayani bukan senang menguasai.

Pemimpin harus selalu bertindak kongkrit demi kebaikan dan memberikan arti positif pada organisasi, ketimbang pemimpin yang selalu ingin mempertahankan jabatannya.

”Saat ini banyak pemimpin yang kehilangan wibawa disebabkan tidak bisa menjadi contoh, namun hanya mampu memberi contoh, padahal hakekat pemimpin secara menyeluruh adalah bertindak untuk kepentingan yang dipimpin,” katanya.

Sekarang ini jarang pemimpin yang memiliki sifat kesederhanaan yang mencerminkan kondisi sebenarnya yang sedang dihadapi oleh orang-orang yang dipimpin.

Pada akhir paparan KH Tolchah menandaskan, para kader pemimpin perlu penguatan kemampuan bermasyarakat. Ini berfungsi untuk memperkuat jiwa sosial dalam menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi dalam masyarakat.

Ketua PCNU Kabupaten Malang, Drs H Solichin Mahfud dalam sambutannya menjelaskan, program PKP NU ini adalah merupakan hasil musker cabang NU Kabupaten Malang tahun 2008 lalu.

Menurutnya, sebelum pelaksanaan peserta diwajibkan menandatangani kontrak belajar agar para peserta dapat mengikuti kegiatan sampai selesai.

Seketaris PCNU Kabupaten Malang Drs H Abdul Mujib Syadzili M.Si menambahkan, program PKP NU ini dimaksudkan untuk mempersiapkan calon pemimpin-pemimpin NU dimasa yang akan datang dalam menjawab berbagai tantangan ke depan yang bebannya tidak semakin ringan, karena organisasi apapun akan dapat tetap eksis tatkala mampu menjawab tantangan yang dihadapi.

Menurut Gus Mujib, panggilan akrab Abdul Mujib Syadzili, program pendidikan akan dilaksanakan beberapa tahap. Tahap pertama diikuti empat puluh peserta, dengan sistem ganda antara perkuliahan dengan praktek kerja lapangan yang diselesaikan selama tiga semester.

”Beberapa mata kuliah yang akan diajarkan meliputi Ahlussunnah wal Jamaah, ke-NU-an, wawasan kebangsaan, sikap NU terhadap perkembangan negara, strategi pengembangan jaringan, politik kebangsaan, sosial kemasyarakatan NU, dan konsep dasar organisasi serta beberapa materi lain yang dilaksanakan dengan model indor dan outdor,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Malang Drs H Rendra Krisna SH MSi yang hadir pada acara tersebut menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap langkah inovatif yang dilakukan oleh PCNU Kabupaten Malang ini.

Program ini diharapkan akan menciptakan stake holder baru yang secara langsung akan mempercepat keterlaksanaan program sebagai tugas dan fungsi organisasi, kususnya yang menyentuh pada kepentingan masyarakat bawah. (nam)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang