Warga NU Dilarang Razia Tempat Hiburan
NU Online · Ahad, 18 Juli 2010 | 09:01 WIB
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj meminta warga NU tidak melakukan razia terhadap tempat-tempat hiburan menjelang bulan puasa Ramadhan 1431 H.
"Untuk menjaga situasi agar tetap kondusif selama bulan puasa, warga NU diminta tidak melakukan aksi kekerasan atau main hakim sendiri, karena yang berhak melakukan aksi sweeping atau operasi tempat hiburan adalah aparat penegak hukum," katanya saat menghadiri Harlah ke-87 NU dan Harlah ke-20 SMK NU Ma`arif Kudus di Kudus, Sabtu malam.<>
Kepada pegiat organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang berencana melakukan razia selama Ramadhan, ia mengimbau agar hal itu tidak dilakukan.
Menurut dia, warga NU harus ikut berperan aktif dalam menciptakan iklim yang kondusif selama puasa Ramadhan
"Apalagi, organiasi NU merupakan organisasi yang memiliki empat pilar, yakni mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Undang-Undang 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Pancasila. Jika aparat lemah dalam proses penegakan hukum, maka kita harus mendorongnya dan ikut membantu," ujarnya.
Untuk mewujudkan empat pilar tersebut, warga NU harus meniru ajaran Nabi Muhammad saat membentuk Negara Madinah. "Konsep yang dibangun bukan Negara Islam atau Negara Arab, namun sebagai negara yang beradab dan berbudaya," ujarnya.
Hal tersebut dapat diketahui dalam menghargai perbedaan agama maupun hal lainnya, serta tegas dalam menjalankan penegakan hukum untuk orang Islam maupun non-Islam.
"Jika kita nekat melakukan aksi sweeping dapat diartikan mendirikan negara dalam negara karena membuat aturan sendiri," ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Said mengimbau masyarakat Indonesia terutama warga Kudus untuk ikut berperan aktif mewujudkan empat pilar tersebut, untuk menghindari aksi kekerasan dan kericuhan yang sering terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air.
"Saat ini, aksi kekerasan sering kali terjadi. Seperti kericuhan soal pilkada, pembagian dana bantuan langsung tunai (BLT), bahkan saat antre pembagian zakat juga ada yang meninggal. Hal ini tentu sangat disayangkan dan mudah-mudahan tidak terulang kembali," ujarnya. (ant/sam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua