Umat Islam di Kabupaten Temanggung mulai gelisah terkait kabar bahwa 70 persen masjid dan mushala di daerah tersebut salah kiblat. Hal itu tampak pada peningkatan permohonan pembetulan arah kiblat ke Depag setempat. Peningkatan permohonan ini juga terkait dengan imbauan MUI Temanggung supaya arah kiblat masjid-masjid dan mushala yang salah dibetulkan.
''Sejak banyak diberitakan di media masa terkait arah kiblat yang salah, banyak permintaan masyarakat masuk ke Depag, agar dibantu membetulkan arahnya,'' terang Kepala Seksi Urusan Agama Islam (Urais) Departemen Agama Kabupaten Temanggung, Yusuf Purwanto kepada wartawan.<>
Depag mencatat, pada bulan Februari lalu, sedikitnya 26 permohonan masuk, kemudian awal Maret ini sudah 12 lagi. Semuanya minta agar Depag membantu membetulkan arah kiblat mushala dan masjid mereka. Hal itu, kata Yusuf, menandakan masyarakat mulai menyadari kesalahan itu.
Namun demikian Yusuf mengakui, tidak sedikit pula yang tetap bersikukuh, bahwa arah kiblat masjid atau musahala mereka sudah benar. Alasannya, yang mengukur saat membangun adalah orang-orang pandai dan paham tentang arah kiblat.
Padahal tambah Yusuf, arah itu belum tentu benar, apalagi dengan terjadinya pergeseran lempeng bumi sehingga menggeser koordinatnya.
Yusuf mencontohkan, Masjid Baiturahman yang berlokasi di Dusun Kregan, Desa Candisari, Kecamatan Tlogomulyo. Masjid tersebut mengalami pergeseran sangat parah, mencapai 44 derajat miring ke selatan. Sehingga arah masjid tersebut bergeser 4840 kilometer dari Kabah ke arah selatan.
“Dalam program pembetulan arah kiblat ini, kami tidak memungut sepeserpun dana dari masyarakat. Program ini gratis,” tandas Yusuf seperti dilansir Republika Online. (min)
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
Khutbah Jumat: Memulai Kebaikan dari Diri Sendiri
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
Kontroversi Gerbong Perempuan, Menteri PPPA Klarifikasi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Terkini
Lihat Semua