Daerah

Banjir Pati Mulai Surut, NU Peduli Ingatkan Warga agar Tetap Waspada

Senin, 26 Januari 2026 | 20:45 WIB

Banjir Pati Mulai Surut, NU Peduli Ingatkan Warga agar Tetap Waspada

Potret banjir yang merendam Desa Kedungpancing, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, mulai surut. (Foto: Wahyu Supriyo)

Pati, NU Online

Banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati mulai surut. Hal ini terjadi karena dipicu cuaca panas selama beberapa hari terakhir.


Ketua NU Peduli Pati Edi Kiswanto mengatakan, meskipun sejumlah wilayah yang terdampak banjir cukup parah kini mulai berangsur-angsur surut, beberapa wilayah di Kabupaten Pati justru masih terendam banjir. Beberapa kecamatan yang masih terendam banjir dan relatif aman meliputi Kecamatan Gabus, Sukolilo, Pati, Tayu dan Dukuhseti.


"Banjir yang belum aman Juwana dan Jakenan, walaupun sudah berangsur surut," ujarnya kepada NU Online, pada Senin (26/1/2026).


Menurutnya, kondisi warga di sejumlah kecamatan seperti Sukolilo, Juwana dan Jakenan masih ada yang mengungsi.


Edi mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan berhati-hati meskipun kondisi banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Pati mulai surut. Ia mengingatkan soal kemungkinan terjadinya banjir susulan, mengingat hujan masih turun secara rutin.


"Kami mengajak warga tetap waspada karena hujan yang kadang masih turun bisa memberikan potensi adanya banjir susulan," katanya.


"Warga jangan panik, dan siaga jika banjir sewaktu-waktu datang lagi," imbaunya.


Sementara itu, Sulatri, warga Dukuh Tanianyar, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, mengungkapkan kondisi banjir yang sempat merendam wilayahnya selama kurang lebih dua pekan lalu mulai surut.


Meskipun demikian, banjir masih merendam wilayah Desa Tondomulyo setinggi lutut orang dewasa, seperti Dukuh Pencil bagian utara.


"Pencil utara (masih banjir), di Tanianyar sudah surut," ujarnya.


Ia menambahkan, saat ini sejumlah warga Desa Tondomulyo yang semula mengungsi kini telah pulang ke rumah masing-masing.


Ia menyebut, banjir yang merendam wilayah Tondomulyo sifatnya mendadak dan air masuk ke dalam rumah. Kondisi tersebut membuat aktivitas warga Tondomulyo pada umumnya terhambat.


"Tidak bisa bekerja, tidak dapat uang. Mau ngarit tidak bisa. (Hanya berdiam diri) Di rumah," jelasnya.


Menurut Sulatri, banjir di wilayahnya tidak hanya merendam permukiman, namun juga area persawahan. Bahkan ia hanya bisa pasrah tanaman padi yang telah ditanam membusuk akibat terendam banjir.


"Sawahnya terendam semua, belum surut ini. Kemungkinan mati (tanaman padi). Ada (hewan ternak juga mati)," ucapnya.


Sulatri juga berharap pemerintah segera mencarikan solusi atas banjir yang terjadi di wilayahnya. Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, banjir selalu merendam desanya.


"Ya, biar tidak banjir bagaimana ya? Biar tidak banjir Tondomulyo itu," pungkasnya.