Bekas gelas air mineral bisa jadi tak ada harganya sesaat setelah air di dalamnya habis diminum. Namun bagi pengurus dan anggota Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Rawa Jitu Utara, Mesuji, Lampung, barang bekas ini mampu menjadi inspirasi kemandirian dalam pemberdayaan ekonomi umat melalui sadaqah.
Bersinergi dengan Pengurus Lembaga Amil Zakat Infak dan Sadaqah NU (LAZISNU) setempat, para pemuda Ansor menerjunkan dan menggalakkan anggotanya untuk menggalang serta menangani sadaqah dari para warga NU.
Agus Munawar, Ketua PAC GP Ansor Rawajitu Utara, menjelaskan bahwa penggalangan sadaqah ini dilaksanakan dengan menggunakan bekas gelas air mineral yang dipasang di depan rumah warga NU. Setiap pekan, para anggota Ansor dan Banser berkeliling untuk mengambil sadaqah yang dikumpulkan di bekas gelas air mineral tersebut.
"Pada awalnya, kami hanya menjadikan salah satu desa sebagai sample atau contoh yaitu Desa Sidorahayu. Dengan cara sederhana yaitu memanfaatkan bekas gelas plastik air mineral dipasang di depan rumah warga NU sebagai wadah sumbangan sukarela. Kemudian seminggu sekali kami menjadwal para kader Ansor dan Banser keliling mengambil dana sumbangan di tempat gelas plastik yang telah disediakan," jelasnya.
Potensi program kemandirian dengan sadaqah ini cukup baik dan terjadi perkembangan positif dari waktu ke waktu. "Alhamdulillah hasilnya cukup menggembirakan. Dalam satu minggu rata-rata menghasilkan 600 sampai 850 ribu," kata Agus kepada NU Online, Sabtu (21/7).
Sementara itu Sekretaris Pemuda Ansor Rawa Jitu Utara, Ahmad Lutfi menambahkan bahwa melihat potensi perkembangan yang cukup baik, saat ini program tersebut mulai dikembangkan di desa-desa lain seperti Desa Sidang Kurnia Agung dan Panggungrejo. Terlihat grafik peningkatan yang cukup signifikan pada perolehan sadaqah yang dikumpulkan.
"Bahkan sekarang di Desa sidang Kurnia Agung, perminggunya bisa mencapai 1 juta Rupiah," ungkap Ustadz Lutfi yang juga Ketua Yayasan Pesantren Al Qudsiyyah Sidang Gunung Tiga Rawajitu Utara, Mesuji ini.
Adapun komposisi penggunaan dana yang dikumpulkan tersebut digunakan untuk kepentingan sosial, pendidikan, dan kesehatan. (Muhammad Faizin)