Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung KH Mohammad Mukri menyebut konsep hijrah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Kota Madinah merupakan manifestasi dari komitmen untuk melakukan perubahan menuju kondisi ideal.
"Orang yang berani hijrah adalah orang yang mau maju dan mau merekatkan diri dengan berbagai tipe manusia yang merupakan sunatullah diciptakan multietnis, multiagama dan multibudaya," kata Rektor UIN Raden Intan Lampung ini.
Hal ini dikatakannya saat memberikan sambutan pada acara Ekspos Naskah Sumber Arsip Transmigrasi Pertama di Indonesia di Museum Transmigrasi Desa Bagelen, Gedongtataan Kabupaten Pesawaran, Jumat (27/7)
Pria yang juga Ketua DPD Perhimpunan Anak Transmigran Republik Indonesia (PATRI) Provinsi Lampung ini menegaskan, transmigrasi memiliki konsep yang sama dengan hijrah yang diajarkan Rasulullah. Transmigrasi lanjutnya, merupakan sebuah komitmen untuk dengan berani berpindah-berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya demi kehidupan yang lebih baik.
Menjadi keluarga transmigran jelasnya, merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi Profesor Ushul Fiqh ini. Dengan niatan hijrah seperti yang dilakukan Nabi, maka niat bertransmigrasi juga akan menjadi sebuah ibadah yang tentunya akan membawa keberkahan dalam kehidupan.
Bupati Pesawaran Dendy Ramadhona yang hadir menambahkan bahwa transmigrasi dan para transmigran merupakan modal besar dan dasar dalam pembangunan Kabupaten Pesawaran. Gabungan masyarakat transmigran dengan penduduk asli yang bersinergi membangun masyakarat Pesawaran ke arah yang lebih baik.
Hadir pada ekspos tersebut Ketua DPRD Pesawaran, Masyarakat Adat Lampung, sesepuh PATRI Lampung H Muhadjir Utomo, pihak Arsip Nasional dan Forkompimda Kabupaten Pesawaran. (Puji RS/Muhammad Faizin)