Media sosial saat ini begitu merebak. Semua kalangan menggunakannya sebagai ajang untuk melakukan berbagai hal. Derasnya informasi yang mengalir dari medsos ini menarik Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menggelar diskusi tentang hal itu pada Rabu (25/7) malam di Kantor PWNU Kaltim.
Asep Hamdani, narasumber, menyampaikan bahwa tak sedikit berita yang menyebar dari medsos itu menyerang Nahdlatul Ulama dan tokoh-tokohnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader IPNU untuk turut meramaikan jejaring di media sosial itu. "Kader IPNU harus menyebarkan konten positif di media sosial," kata Wakil Sekretaris PP IPNU itu.
Sebab, lanjutnya, hal itu penting guna menjadi penyeimbang di tengah gelombang berita negatif yang begitu pasang di berbagai kanal.
Diskusi itu merekomendasikan agar para muharrik NU Kaltim membuat tim media. Hal ini harus diupayakan supaya dapat mengabarkan kegiatan, keilmuan, dan wawasan ke-NU-an.
Lebih lanjut, forum tersebut juga menginstruksikan seluruh kader untuk berperan aktif menyebarkan berita yang diproduksi oleh media NU, seperti NU Online. Setidaknya dalam setiap hari, setiap kader dapat menyebarkan satu berita.
Terakhir, mereka bersepakat bahwa setiap pemberitaan terkait kegiatan dan agenda IPNU, setiap kader harus ikut membagikan berita tersebut. Hal itu sebagai upaya menyebar luaskan syiar keagamaan dan kebangsaan.
Pertemuan yang dipandu oleh Ketua PW IPNU Kaltim Debi Maliki itu juga menghadirkan Wakil Ketua PW NU Kaltim KH Boechorie Noer. Kegiatan ini juga dihadiri oleh anggota IPNU, IPPNU, dan PMII. (Syakir NF/Muhammad Faizin)