Daerah

Oase di Tengah Kemacetan, Posko Banser Pandeglang Layani Belasan Pemudik per Hari

Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:00 WIB

Oase di Tengah Kemacetan, Posko Banser Pandeglang Layani Belasan Pemudik per Hari

Eelawan di Posko Mudik Banser di Pandeglang, Rabu (25/3/2026). (Foto: NUO Banten)

Pandeglang, NU Online
Posko Mudik Satkorcab Banser Kabupaten Pandeglang Banten di Cipacung, Kecamatan Kaduhejo, menjadi titik krusial bagi para pemudik selama arus Lebaran 2026. Di tengah-tengah kemacetan parah menuju kawasan wisata Pantai Carita, posko ini hadir sebagai tempat singgah yang membantu pemudik memulihkan tenaga setelah perjalanan panjang.

 

Kemacetan yang melumpuhkan jalur wisata pada Rabu (25/3/2026), misalnya membuat keberadaan posko semakin dirasakan manfaatnya. Bagi para pengendara, khususnya roda dua, posko tersebut bahkan disebut sebagai “oase darurat” di tengah antrean kendaraan yang mengular.


Koordinator Posko, Heru Setiawan, mengungkapkan bahwa setiap harinya posko melayani rata-rata belasan pemudik yang singgah untuk beristirahat.

 

“Rata-rata pengunjung sekitar 14 orang per hari. Puncaknya pada H+2 Lebaran mencapai 17 orang yang datang untuk beristirahat. Kami juga menyiagakan sekitar tujuh personel Banser setiap harinya,” ujarnya sebagaimana diberitakan NU Online Banten.


Secara geografis, lokasi posko dinilai strategis karena berada di pertigaan Cipacung, sekitar 4,5 kilometer dari pertigaan Mengger—titik utama kemacetan akibat pertemuan arus kendaraan menuju Pantai Carita melalui Mandalawangi dan Labuan. Posisi ini menjadikan posko sebagai tempat ideal bagi pemudik untuk menepi dan beristirahat.


Seorang pemudik, Ito, mengaku harus menempuh perjalanan hingga empat jam dari Mandalawangi menuju Cipacung melalui jalur Mengger. Padahal, dalam kondisi normal, perjalanan tersebut hanya memakan waktu sekitar 20 menit.

 

Dengan fasilitas sederhana, relawan Banser menyediakan layanan mulai dari tempat istirahat, ruang rebahan, hingga bingkisan. Dukungan logistik untuk operasional posko berasal dari para donatur serta distribusi dari Satkornas dan Satkorwil Banser Banten.

 

“Asupan logistik dan bingkisan ini berasal dari beberapa donatur, juga dari Satkornas dan Satkorwil Banten,” ujar Nurosyid, Asisten Kegiatan Satkorwil Banser Banten, saat memantau langsung operasional posko.


Ketua PCNU Pandeglang, Enci Zarkasih, menegaskan bahwa kehadiran Banser di jalur mudik merupakan bentuk nyata khidmat Nahdlatul Ulama kepada masyarakat. Ia juga mengapresiasi sinergi antara Banser dan kepolisian dalam menjaga ketertiban serta keamanan selama arus mudik.


“Ini adalah wujud nyata pelayanan NU yang benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ungkapnya.