Sumenep, NU Online
Hal yang tidak dapat dihindari dari perjalanan saat ini adalah derasnya informasi. Tugas berat namun mulia yang diemban para pelajar adalah dengan memastikan tetap selektif dalam menerima kabar. Dan kalau ternyata menemukan hal yang janggal dan meresahkan, hendaknya tabayyun atau klarifikasi.
Harapan ini disampaikan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Dungkek, Sumenep, Jawa Timur kepada pelajar NU. Para pelajar yang terhimpun dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) hendaknya menjadi teladan.
Suklityanto mengatakan bahwa arus media adalah tantangan kader NU. "Dalam mendapatkan informasi, sebagai kader NU jangan langsung menelan mentah-mentah, tapi budayakan tabayyun," katanya, Sabtu (23/6).
Harapan sekaligus peringatan tersebut disampaikan Suklityanto saat memberikan arahan pada rapat kinerja anak cabang atau Rakerancab IPNU-IPPNU setempat.
Rakerancab bertujuan menentukan kinerja selama satu periode yang membutuhkan perencanaan kinerja jangka panjang, serta pendek.
Pimpinan Cabang IPNU Sumenep Musyfikurrahman berharap dengan terlaksananya Rakerancab menghasil program yang sesuai dengan kebutuhan.
"Program yang direncanakan tentu harus mempunyai dampak baik terhadap pelajar Kecamatan Dungkek," harapnya.
Musyfik berharap pelajar NU mampu mengimbangi majunya arus global. "Kita diam akan ketinggalan, tapi harus ikuti dengan tetap dalam konteks menjaga moral pelajar," tandasnya. (Mahrus/Ibnu Nawawi)