Daerah

Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong

Rabu, 4 Februari 2026 | 20:30 WIB

Pengakuan Korban Pelecehan Gus Idris, Berkedok Syuting Konten Sumpah Pocong

Idris Al-Marbawy. (Foto: instagram @gusidrisofficial)

Jakarta, NU Online

[Peringatan: artikel ini mengandung deskripsi tentang kekerasan seksual yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan atau trauma. Utamakan selalu keamanan dan kenyamanan membaca anda.]

 

Nama Idris Al-Marbawy atau dikenal Gus Idris asal Malang, Jawa Timur mendadak viral di media sosial. Pengasuh Pesantren Thoriqul Jannah itu disorot karena diduga melakukan pelecehan seksual dengan dalih mencari talent untuk syuting konten youtube Sumpah Pocong.


Para korban yang merasa ditipu kemudian membeberkan modus yang dilakukan Idris melalui instagram pribadinya. Salah satu korban (S) menceritakan awal mula kerja sama dengan Gio Production milik Idris.


Ia membagikan pengalamannya menjadi korban manipulasi dan pelecehan berkedok pekerjaan photoshoot dan akting. Peristiwa tersebut terjadi pada pertengahan Juli.


Awalnya, S mengaku menerima tawaran pekerjaan sebagai MUA sekaligus talent akting. Namun, sejak tiba di lokasi syuting pertama yang berada di area penjualan dan penyembelihan hewan, ia mulai merasa tidak nyaman. Keanehan muncul ketika ia mendapati seluruh kru yang terlibat adalah laki-laki.


Usai waktu istirahat, S dipanggil oleh seseorang yang mengaku sebagai asisten. Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku mendapat berbagai pertanyaan pribadi yang tidak relevan dengan pekerjaan, mulai dari soal kriteria pasangan hingga kehidupan personal, yang membuatnya merasa sedang dikulik secara psikologis.


"Ga make sense dong pertama kali ketemu langsung ada rasa. Mereka menyebutnya "Dzuq," kata S memulai cerita melalui instagram pribadinya. NU Online sudah meminta izin kepada pemilik akun tersebut untuk mengutip ceritanya.


Situasi semakin mengkhawatirkan ketika S dipanggil untuk bertemu langsung dengan pimpinan tim. Sebelum pertemuan, ia diberi minuman susu cokelat panas. Setelah itu, S mengaku mengalami kondisi mental yang tidak biasa dan merasa pikirannya menjadi mudah terpengaruh.


"Sebelum ritual, aku dibuatkan susu cokelat panas. Dari situ aku seperti hanyut. Pikiranku terbawa; yang awalnya aku tidak percaya sihir, seketika aku percaya,” ungkapnya.


S diminta menuliskan tanggal lahir dirinya dan ibunya. Berdasarkan hitungan yang dilakukan, S disebut akan mengalami kesialan besar dalam dua bulan ke depan, termasuk kemungkinan kecelakaan atau kehilangan orang terdekat, sebelum disebut akan meraih kesuksesan di masa mendatang. Pernyataan tersebut membuat S menangis histeris karena ketakutan dan kebingungan.


"Kamu bakal mendapatkan kesialan entah itu kamu lumpuh, jatuh dari pesawat, di tinggal sama orang yang kamu sayang keluarga kerabat mungkin. 3 sampai 4 bulan kamu bakal mendapatkan kesuksesan dalam hidupmu. Takut, cemas, bingung harus berbuat apa. Aku menangis sejadi-jadinya karena benar-benar tidak tahu harus bagaimana," tulis S.


Dalam kondisi mental yang rapuh, S kembali dipanggil oleh asisten dan diarahkan untuk mendekati pria yang disebut sebagai gus. Ia diberi narasi bahwa pria tersebut memiliki segalanya namun kesepian, dan bahwa kedekatan dengannya akan memberi keuntungan serta penangkal berupa amalan tertentu.


"Ada yang lebih mengejutkan. Saat aku menangis, aku dipanggil lagi oleh asistennya. Aku berusaha tetap tenang sambil memutar otak mencari cara agar bisa kabur dari tempat itu. Asistennya bilang, "Coba dekati gusnya, tanya mau apa. Kalau sudah dekat, minta apa saja akan diberi," kata S mengulang percakapan bersama asisten Gusnya saat itu.


S mengungkapkan saat itu asistenya menceritakan bahwa Idris kesepian, butuh dambaan hati. Oleh asisten, S kemudian dibawa Idris dan S mengaku mengalami tindakan yang membuatnya sangat tidak nyaman dan tertekan.


"S butuh saya, saya juga butuh S. jangan sedih mbak S gausah sedih, aku bakal kasih sampean (kamu) penangkalnya dengan dzikir-dzikir. Saya akan kasih dzikir itu kalau mbak S sudah selesai dengan apa yang saya mau," katanya.


"Aku sudah sakau, kamu tau sakau S? dengan polos dan macak goblok (pura-pura tidak tahu) aku jawab "Mboten gus, apa itu sakau (padahal paham) cuman aku macak goblok aja biar aku ga di apa-apain," kata S.


Ia merasa terpaksa menuruti situasi karena ketakutan, sebelum akhirnya berpura-pura tertidur demi menghindari hal yang lebih buruk. Setelah beberapa saat, ia berhasil keluar dari kamar dengan alasan kelelahan.


"Aku bilang kalau aku ngantuk terus beliau ini sepertinya merasa di-php karena aku enggak melayani beliau (lah katene najis banget) kalo aku kena HIV gimana? kalau aku kena sifilis gimana? Beliau janjiin aku juga uang dengan nominal lumayan."


Setelah beberapa saat, ia berhasil keluar dari kamar dengan alasan kelelahan. Namun, masalah belum berakhir. Ponsel miliknya sempat tertinggal dan dalam kondisi mati, membuatnya kembali terjebak di lokasi tersebut. 


Bahkan, ia sempat diminta mencarikan talent lain pada malam hari dengan alasan pekerjaan podcast, yang belakangan diduga sebagai upaya menjebak korban lain. Beruntung, rekan S menolak tawaran tersebut.


"Asistennya suruh aku nyariin talent malem-malem lah aku nanya "buat apa kak?" orange bilang "buat podcast" yawes yah aku bilang anak-anak eh ternyata temenku juga di jebak malah buat take syuting "SUMPAH POCONG" untunge temenku gak mau."


S baru berhasil meninggalkan lokasi sekitar pukul 02.00 dini hari. Melalui ceritanya, S mengimbau para perempuan, khususnya yang bekerja sebagai talent atau muse, untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan yang tidak jelas, berani bertanya sejak awal, dan tidak ragu menolak jika merasa tidak aman.


"Ya Allah kalian para muse hati-hati yah dalam memilih job. Be Smart," tandasnya.


Klarifikasi Idris

Idris sempat membuat klarifikasi melalui akun instagram pribadinya @gusidrisofficial. Dalam video yang diunggah Selasa (3/2/2026) malam, Idris didampingi seorang wanita dan dua pria memberikan pernyataan menyangkal tuduhan dan framing yang dialamatkan kepada dirinya.


"Saya ingin menanggapi melalui tuduhan-tuduhan pelecehan seksual yang beredar di media sosial. Saya menyatakan dengan tegas tuduhan tersebut tidak berdasarkan pada fakta yang sebenarnya," kata Idris.


Ia mengaku siap menjalani konsekuensi hukum yang berlaku demi mengungkap kebenaran. "Kami sangat menyayangkan adanya tuduhan tanpa bukti konkret yang merugikan nama baik saya dan keluarga saya tapi saya akan bersikap kooperatif," tandasnya.