Seminggu Jelang Ramadhan, Harga Sembako di Pidie Jaya Stabil Pasca Banjir Bandang dan Longsor
Rabu, 11 Februari 2026 | 13:00 WIB
Pidie Jaya, NU Online
Seminggu menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, harga bahan kebutuhan pokok (sembako) di Kabupaten Pidie Jaya terpantau stabil dan relatif normal, meski wilayah ini baru saja dilanda bencana banjir bandang dan longsor beberapa waktu lalu. Kondisi ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan untuk menyambut ibadah puasa.
Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Pidie Jaya menunjukkan aktivitas jual beli berjalan lancar dengan daya beli masyarakat yang masih terjaga. Tidak terdapat lonjakan signifikan pada harga beras, gula, minyak goreng, daging, maupun komoditas dapur lainnya.
Muhammad Zahri, salah seorang pedagang sembako, menyampaikan bahwa hingga sepekan menjelang Ramadhan, harga barang kebutuhan pokok masih berada pada kisaran wajar. Ia menilai pasokan dari distributor cukup lancar sehingga tidak memicu kenaikan harga.
“Alhamdulillah, sampai hari ini harga masih stabil. Beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan lain belum ada kenaikan. Pasokan juga aman, tidak tersendat,” ujar Muhammad Zahri kepada NU Online, Selasa (10/2/2026).
Ia merinci, harga beras medium masih berkisar antara Rp12 ribu hingga Rp14 ribu per kilogram, tergantung merek dan kualitas. Sementara harga gula pasir berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per kilogram, dan minyak goreng curah sekitar Rp18 ribu per kilogram. Untuk minyak kemasan premium, harganya masih bertahan di kisaran Rp22 ribu per liter.
Kondisi ini cukup membantu masyarakat, terlebih sebagian warga Pidie Jaya baru pulih dari dampak banjir bandang dan longsor. Stabilitas harga menjadi faktor penting agar umat Islam bisa menjalani Ramadhan dengan lebih tenang.
“Kalau harga stabil, masyarakat tidak terlalu terbebani. Apalagi banyak warga yang ekonominya belum sepenuhnya pulih pascabanjir. Kami sebagai pedagang juga berharap kondisi ini bertahan sampai Ramadhan dan Idul Fitri nanti,” kata Zahri.
Selain bahan pokok, harga komoditas protein hewani seperti daging ayam dan telur juga masih relatif normal. Daging ayam ras dijual di kisaran Rp28 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram, sementara telur ayam broiler berkisar Rp26 ribu hingga Rp27 ribu per papan. Harga ikan laut yang menjadi konsumsi utama masyarakat pesisir Pidie Jaya juga belum menunjukkan tren kenaikan.
Tgk Zahari, mantan Sekretaris NU Pidie Jaya, menyampaikan apresiasi terhadap stabilitas harga ini. Ia menekankan peran penting pengawasan pemerintah daerah dan kesadaran pedagang agar tidak terjadi penimbunan barang atau permainan harga, khususnya menjelang bulan suci.
"Stabilitas harga sembako adalah bentuk kepedulian bersama. Masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk tanpa dibebani ketidakpastian harga kebutuhan pokok," ujarnya.
Sejumlah pembeli di pasar juga menyatakan rasa syukur atas kondisi tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah terus melakukan pengawasan dan memastikan pasokan tetap lancar selama Ramadhan.
Tentunya dengan harga sembako yang terkendali, masyarakat Pidie Jaya dapat menyambut Ramadhan dan persiapan Idul Fitri dengan lebih tenang. Nilai-nilai Ramadhan sebagai bulan kesederhanaan dan kepedulian sosial diharapkan tetap terjaga, di tengah upaya pemulihan pasca bencana alam.