Tiga Jamaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci, PWNU Ajak Masyarakat Perkuat Kesabaran dan Doa
Jumat, 29 Mei 2026 | 19:00 WIB
Banda Aceh, NU Online
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh melaporkan tiga jamaah haji asal Aceh meninggal dunia di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, akibat gangguan kesehatan saat menjalankan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah.
Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Arijal, mengatakan ketiga jamaah yang wafat seluruhnya merupakan jamaah perempuan dari beberapa kabupaten di Aceh.
“Sejauh ini sudah tiga jamaah Embarkasi Aceh yang wafat di Makkah,” ujar Arijal di Banda Aceh, Jumat (29/5/2026).
Adapun jamaah pertama yang wafat yakni Nurwaida Muhammad Yusuf (76), jamaah kloter delapan asal Kabupaten Bireuen. Almarhumah meninggal dunia di Arafah pada Selasa (26/5/2026) sebelum sempat melaksanakan wukuf.
Sementara dua jamaah lainnya yakni Maimunah Yusuf Ali (72), jamaah kloter 13 asal Aceh Tamiang, meninggal dunia di Arafah pada hari yang sama setelah melaksanakan wukuf. Sedangkan Siti Salmijah (83), jamaah kloter 13 asal Kabupaten Pidie Jaya, wafat pada Kamis (28/5/2026) di RS Mina Al Wadi setelah menyelesaikan wukuf Arafah.
“Yang meninggal pertama belum sempat wukuf Arafah sehingga hajinya dibadalkan. Sedangkan dua jamaah lainnya sudah melaksanakan wukuf,” kata Arijal.
PPIH Embarkasi Aceh turut menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya ketiga jamaah tersebut. Menurut Arijal, seluruh petugas berharap para almarhumah memperoleh ampunan Allah SWT dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
“Semoga almarhumah mendapatkan haji mabrur dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta keikhlasan,” ujarnya.
Selain itu, PPIH Aceh juga melaporkan masih terdapat enam jamaah haji Aceh yang menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di Arab Saudi akibat kondisi kesehatan yang menurun selama pelaksanaan ibadah haji.
Mereka yakni Darmawati yang dirawat di RS King Faisal dan Mahdi Muhammad Sufi di RS King Abdul Aziz dari kloter dua. Kemudian Ti Hasanah Hanafiah dari kloter tujuh dirawat di RS Mina Al Wadi.
Selanjutnya, Siti Jemah Somad dan Taswiyah Muhammad Yusuf dari kloter 13 menjalani perawatan di Mina Emergency Hospital, serta Masitah Hasan Aris dari kloter 14 dirawat di Mina Al Wadi Hospital.
Arijal mengatakan saat ini sebagian jamaah Aceh yang mengambil nafar awal sedang menunggu penjemputan untuk kembali ke penginapan masing-masing. Sementara jamaah yang memilih nafar tsani masih melanjutkan lempar jumrah dan dijadwalkan kembali ke penginapan pada esok hari.
Sementara itu, petugas haji Aceh, Tgk Khairul Huda, mengajak seluruh jamaah terus menjaga kesehatan dan memperbanyak doa selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi cuaca yang panas dan padatnya aktivitas ibadah membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat.
“Ibadah haji adalah perjalanan spiritual sekaligus ibadah fisik yang sangat berat. Karena itu jamaah harus menjaga stamina, mengatur pola istirahat, serta tidak memaksakan diri,” ujar Tgk Khairul Huda.
Ia juga meminta jamaah agar selalu mengikuti arahan petugas kesehatan dan pembimbing ibadah demi menghindari risiko gangguan kesehatan selama puncak pelaksanaan haji.
“Jangan menganggap ringan kondisi tubuh yang lelah. Jika merasa kurang sehat segera melapor kepada petugas agar cepat mendapatkan penanganan,” katanya.
Ketua PWNU Aceh sekaligus Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau akrab disapa Abu Sibreh, turut menyampaikan duka cita atas wafatnya jamaah haji Aceh di Tanah Suci.
Menurut Abu Sibreh, wafat saat menjalankan ibadah haji merupakan kemuliaan besar yang patut menjadi pengingat bagi umat Islam tentang pentingnya mempersiapkan diri lahir dan batin dalam menjalankan ibadah.
“Kita semua turut berduka atas wafatnya jamaah haji Aceh di Tanah Suci. Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah mereka dan menempatkan mereka bersama orang-orang saleh,” ujar Abu Sibreh.
Ia mengajak masyarakat Aceh untuk mendoakan seluruh jamaah haji agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini.
Menurutnya, masyarakat Aceh memiliki ikatan emosional yang kuat dengan ibadah haji karena perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya ibadah individual, tetapi juga membawa harapan dan doa keluarga besar di kampung halaman.
“Setiap jamaah haji membawa doa keluarga dan masyarakatnya. Karena itu mari kita terus mendoakan agar seluruh jamaah diberikan keselamatan dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh haji mabrur,” katanya.
Abu Sibreh juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat saling peduli antarsesama jamaah selama berada di Tanah Suci, terutama terhadap jamaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian lebih.
“Haji mengajarkan kesabaran, kepedulian, dan ukhuwah. Jamaah yang sehat hendaknya membantu saudara-saudaranya yang sedang lemah atau sakit,” pungkasnya.