Dorong Kolaborasi, Delegasi PTNU Sambangi Kampus-Kampus Terkemuka di Uzbekistan
Jumat, 6 Februari 2026 | 17:00 WIB
Pimpinan PTNU bersama Imam Bukhari International Scientific Research Center, Uzbekistan. (Foto: istimewa)
Jakarta, NU Online
Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) melaksanakan kunjungan kerja sama internasional sekaligus ziarah ke Uzbekistan pada 23 Januari hingga 3 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 22 pimpinan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU), terdiri atas rektor, ketua sekolah tinggi, serta pengurus Badan Penyelenggara Pendidikan (BPP).
Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Prof Fatkul Anam mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan internasionalisasi PTNU sebagai langkah strategis dalam memperluas jejaring global, meningkatkan mutu tri dharma perguruan tinggi, serta memperkokoh peran PTNU di kancah akademik internasional.
Pada tanggal 30 Januari, rombongan diterima oleh pihak Bukhara State University (BUKSHU) yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor bidang kerja sama, yaitu Abror Juraev didampingi Kepala Kantor Urusan Internasionalnya, Shohabbos Sharofiddinov berserta para dekan.
"Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai potensi kerja sama dalam bidang riset tentang pertanian dan perkebunan, pengembangan ekonomi pariwisata dan kegiatan atletik," katanya kepada NU Online, Kamis (5/2/2026).
Pada pertemuan tersebut, Juraev menegaskan bahwa pihaknya siap untuk memfasilitasi pertukaran mahasiswa, atlet dan pelatih ke PTNU, dan sebaliknya, siap menerima dosen dan peneliti dari PTNU untuk riset pengembangan tanaman dan budidaya perkebunan.
"Beberapa rektor PTNU menyampaikan usulan kerja sama yang lebih mengerucut pada isu-isu teknologi dan pengembangan sains," jelasnya.
Selain agenda akademik, delegasi turut melaksanakan ziarah ke sejumlah makam ulama besar di Uzbekistan, di antaranya Syekh Bahauddin Naqshabandi dan Syekh Abdul Kholiq Gijduvani di Bukhara, serta Imam Abu Mansur Al-Maturidi dan Imam Abu Muhammad Ismail Al-Bukhari di Samarkand.
Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) Prof Fatkul Anam menegaskan bahwa internasionalisasi merupakan keniscayaan bagi PTNU di era global.
"PTNU harus hadir dan berkontribusi dalam jejaring keilmuan dunia dengan membawa nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang moderat, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban," tegasnya.
Dalam kunjungan ke Kompleks Makam Imam Bukhari tanggal 2 Februari, delegasi disambut secara khusus oleh Imam sekaligus juru kunci makam sehingga delegasi mendapatkan kesempatan untuk mengadakan tahlil langsung di depan maqbarah Imam Bukhari.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke museum dan melakukan diskusi kerja sama dengan Imam Bukhari International Scientific Research Center yang langsung dipimpin oleh direkturnya, yaitu Prof Shovosil Ziyodov.
"Dalam pertemuan ini, dirumuskan tujuh bidang kerja sama yang dilakukan oleh PTNU dengan IBISRC di antaranya pelestarian manuskrip ulama, fellowship studi hadits, dan penyelenggaraan event sema'an dan Qiroah hadits dari seluruh penjuru dunia setiap tahun," tuturnya.
Tanggal 3 Februari, perjalanan dilanjut di Kota Tashkent. Delegasi berkunjung dan diterima oleh International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU) dan Imam Maturidi International Scientific Research Center (IMISRC).
"Pada saat yang bersamaan, digelar konferensi internasional dengan tema Human Fraternity dan Peranan Agama yang menghadirkan jajaran tokoh lintas agama di Uzbekistan," katanya.
Setelah mengikuti satu sesi dialog lintas iman, delegasi mengadakan diskusi kerja sama dengan jajaran IIAU yang dipimpin langsung oleh Wakil Rektor bidang Riset, Daminov Irgash Inoyatovich dan jajarannya. Juga direktur IMISRC Komiljon Shermukhamedov.
"Di kedua lembaga terebut, disepakati kerja sama dalam bidang publikasi artikel ilmiah dan pengelolaan jurnal, joint supervision jenjang master dan doktoral, dan pemberian beasiswa studi lanjut untuk studi-studi Islam di kedua negara," jelasnya.
Dalam kunjungan terakhir di KBRI Tashkent, rombongan diterima dan dijamu oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan dan Tajikistan, Prof Siti Ruhaini Dzuhayatin.
"Beliau memberikan berbagai macam informasi perkembangan hubungan bilateral antara Indonesia-Uzbekistan dan memberikan dukungan terhadap pengembangan kerja sama akademik yang digagas oleh PTNU dengan berbagai lembaga di Uzbekistan," tuturnya.
Ia berharap bahwa kerja sama yang akan dilakukan ke depan bisa membawa manfaat bagi kedua belah pihak dalam kerangka yang saling menguntungkan.
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (Unukase) turut ambil bagian dalam penjajakan kerja sama strategis antara Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) dan Imam Bukhari International Scientific Research Center (IBISRC) di Samarkand, Uzbekistan.
H Abrani Sulaiman, Rektor Unukase, menyampaikan bahwa Uzbekistan saat ini juga membutuhkan banyak tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan berbahasa Indonesia.
“LPTNU memiliki peluang besar untuk berperan sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan bahasa Indonesia yang relevan dengan isu-isu keagamaan dan peradaban Islam, tidak hanya untuk pemandu wisata, tetapi juga dalam konteks edukasi dan dakwah,” ujarnya.