Krisis Air dan Sanitasi di Gaza Memburuk, MSF Soroti Praktik Kejahatan Israel
Kamis, 14 Mei 2026 | 06:00 WIB
Dua anak di Gaza membawa air. Layanan air, sanitasi, dan kebersihan di Jalur Gaza mengalami krisis sejak Oktober 2023. (Foto: WAFA)
Gaza, NU Online
Médecins Sans Frontières (MSF) mengungkapkan terjadinya keruntuhan serius layanan air, sanitasi, dan kebersihan di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 akibat kebijakan dan praktik Israel yang menyebabkan jutaan warga kehilangan akses terhadap layanan dasar.
Dalam laporan terbarunya, MSF dikutip dari WAFA menyebut temuan tersebut didasarkan pada data operasional dan bukti medis yang dikumpulkan timnya sepanjang Januari 2024 hingga Desember 2025, ditambah kesaksian lapangan terbaru.
Laporan itu menegaskan bahwa krisis air dan sanitasi di Gaza bukan terjadi secara kebetulan, melainkan dampak langsung dari langkah-langkah sistematis yang memaksakan kondisi hidup sangat berat bagi sekitar 2,1 juta penduduk Gaza.
MSF menyebut warga Gaza menghadapi kekurangan air yang semakin memburuk, meskipun organisasi tersebut menjadi salah satu penyedia air terbesar dengan produksi dan distribusi mencapai 4,7 juta liter per hari hingga awal 2026. Namun, jumlah tersebut dinilai masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Di berbagai wilayah, titik distribusi air dilaporkan berulang kali kehabisan pasokan sehingga warga terpaksa menggunakan sumber air yang tidak aman atau mengurangi konsumsi air mereka.
Laporan tersebut juga mencatat lonjakan drastis harga air, dengan tarif air dari sektor swasta meningkat sekitar 500 persen. Kondisi itu membuat air bersih semakin sulit dijangkau sebagian besar keluarga, terutama di tengah hilangnya sumber pendapatan masyarakat.
Di sektor sanitasi, MSF menyebut sistem layanan praktis mengalami kelumpuhan total. Banyak keluarga terpaksa membuat jamban darurat atau berbagi fasilitas terbatas dengan banyak orang, yang meningkatkan risiko kontaminasi dan penyebaran penyakit.
Penumpukan sampah dan menurunnya layanan kebersihan akibat krisis bahan bakar serta berhentinya sistem pengangkutan limbah juga disebut memperburuk penyebaran bakteri dan polusi, khususnya saat musim hujan.
Selain itu, Gaza mengalami kekurangan serius perlengkapan kebersihan dasar seperti sabun, cairan pembersih, dan produk kebersihan pribadi yang kini sulit ditemukan atau dijual dengan harga sangat mahal.
MSF menegaskan kondisi tersebut mencerminkan krisis kemanusiaan yang semakin memburuk dan membutuhkan intervensi mendesak untuk menjamin akses masyarakat terhadap layanan paling mendasar.
Organisasi itu juga memperingatkan bahwa situasi yang terus memburuk dapat menimbulkan ancaman besar terhadap kesehatan masyarakat di Jalur Gaza.