Rayakan Harlah ke-80, PCI Muslimat NU Malaysia Terus Jaga Khidmah untuk Pendidikan
Selasa, 5 Mei 2026 | 06:00 WIB
Kuala Lumpur, NU Online
Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia telah meluluskan enam angkatan Sanggar Belajar Sungai Mulia (SBSM) 5 tingkat sekolah dasar. Saat ini, sekolah non-formal ini mendidik sekitar 175 siswa.
Hal tersebut disampaikan Mimin Mintarsih, Ketua PCI Muslimat NU Malaysia, peringatan Harlah Ke-80 Muslimat NU di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (30/4/2026).
"Sekarang, PCI Muslimat NU Malaysia sudah mendirikan lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk juga sebuah bangunan asrama putri di kompleks pondok pesantren," kata Mimin di hadapan Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa beserta 16 pengurus Muslimat NU lainnya.
Dalam momen tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa setiap anggota Muslimat NU harus merawat berbagai tradisi keagamaan seperti diba, manaqib, dan pembacaan shalawat burdah. Sebab, lanjutnya, setiap orang di akhirat nanti akan masuk surga bersama dengan kelompoknya.
“Jika kita berjuang di NU, maka kita akan diakui sebagai santri Mbah Hasyim (Pendiri NU), dan akan masuk surga bersama Mbah Hasyim.”
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur Danang Waskito. Dalam sambutannya, ia menyampaikan selamat atas hari lahir Muslimat NU yang ke-80. Ia juga menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PCI Muslimat NU Malaysia yang sudah banyak membantu KBRI Kuala Lumpur khususnya dalam bidang pendidikan.
Sebelum menghadiri acara peringatan tersebut, rombongan PP Muslimat NU berkesempatan melakukan kunjungan ke berbagai tempat, di antaranya adalah ke Pondok An Nahdloh, Klang, yang merupakan pesantren yang didirikan oleh warga Nahdliyyin di Malaysia. Dalam kesempatan tersebut, bangunan asrama putri turut diresmikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Muslimat NU.
Selain melanjutkan kunjungan ke SBSM 5 Gombak, rombongan juga melaksanakan program sosialisasi bersama para Pengurus Ranting PCI Muslimat NU Malaysia terkait Pedoman Organisasi dan Administrasi (POAM). Program sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Tuty yang didampingi oleh Nyai Nurhayati Said Aqil Siroj.
Dalam acara tersebut, Muslimat NU juga menyerukan agar Sekretaris PBB menghentikan perang yang sedang terjadi dan agar perdamaian di seluruh dunia dapat terwujud.