Jateng

NU Peduli Jateng Jangkau Linge Aceh Tengah yang Masih Terisolir, Salurkan Bantuan untuk Warga

Sabtu, 7 Februari 2026 | 11:00 WIB

NU Peduli Jateng Jangkau Linge Aceh Tengah yang Masih Terisolir, Salurkan Bantuan untuk Warga

Penyaluran bantuan alat ibadah dari NU Peduli Jateng ke warga Kute Reje pada Jumat (6/2/2026). (Foto: dok NU Online Jateng)

Aceh Tengah, NU Online

Tim NU Peduli Jawa Tengah melanjutkan misi kemanusiaan ke Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, salah satu wilayah yang hingga kini masih terisolir pascabanjir bandang. Dari lima desa di Kecamatan Linge, empat di antaranya masih sulit dijangkau, yakni Desa Payung, Desa Kute Reje, Desa Jamat, dan Desa Delung Sekunil. Sementara Desa Linge relatif lebih dekat dengan jalur utama dan tidak terdampak parah.

 

Kondisi warga di wilayah tersebut masih hidup dalam bayang-bayang ancaman longsor, keterbatasan akses, serta minimnya pemenuhan kebutuhan dasar. Sebagian warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas.

 

Pada Jumat (6/2/2026), Tim NU Peduli Jawa Tengah menyalurkan sejumlah bantuan di Posko Pengungsian Desa Kute Reje, Kecamatan Linge. Bantuan tersebut meliputi peralatan ibadah untuk meunasah, alat tulis bagi anak-anak, pipanisasi air bersih, serta santunan nonfisik bagi lansia dan anak yatim.

 

Relawan NU Peduli Jawa Tengah, Riza Fauzi, menjelaskan bahwa kegiatan hari itu difokuskan pada pemenuhan kebutuhan non-logistik warga terdampak.

 

“Kita fokus pada pembagian non-logistik, di mana pagi tadi, kita melaksanakan santunan anak yatim yang ada di Desa Kutaraja dan Desa Seginal, Deleng Seginal," ujar Riza diberitakan NU Online Jateng.

 

Selain santunan anak yatim, NU Peduli juga menyalurkan perlengkapan ibadah ke sejumlah meunasah.

 

“Kemudian dilanjutkan ada pembagian non-logistik yaitu berupa peralatan alat ibadah untuk dua meunasah yang ada di sini, yaitu meunasah yang ada di Desa Kutaraja dan Desa Deleng Seginal," katanya.

 

Pada siang hari, bantuan juga disalurkan langsung kepada para lansia yang masih tinggal di tenda pengungsian.

 

“Kemudian giat pada siang ini juga kami membagikan secara langsung santunan kepada para lansia, cukup banyak tadi para lansia yang sampai saat ini masih berada di tenda darurat dengan kondisi yang memang sangat minim sekali,” ujarnya.

 

Fauzi menambahkan bahwa hingga kini kondisi posko pengungsian masih serba terbatas, termasuk belum adanya aliran listrik.

 

“Di posko ini atau di posko pengungsian ini belum ada listrik, pasokan listrik belum mengalir, jadi kalau malam masih gelap gulita dan kami mengandalkan genset," ucapnya.

 

Sementara itu, Jubaidah, salah satu warga sekaligus pembina meunasah, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan NU Peduli Jawa Tengah.

 

“Terima kasih kami ucapkan kepada NU Peduli Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan sedikit kepada kami. Kami sangat menghargai pemberian Bapak-bapak yang telah berbaik hati kepada kami. Terima kasih.”

 

Ia mengungkapkan bahwa kehadiran bantuan dari berbagai pihak mulai menguatkan semangat warga yang sebelumnya diliputi kecemasan.

 

“Sekarang kami sudah agak mendingan, agak sudah gembira karena banyak bantuan dari luar sana. Jadi waktu kami pertama ke sini, kami tidak membayangkan ada bantuan," jelas Riza.

 

Meski aktivitas ibadah di meunasah sudah kembali berjalan, kondisi sarana masih jauh dari memadai.

 

“Kalau meunasahnya sekarang kami berjamaah seperti biasa, mengaji seperti biasa, tetapi keadaannya kayak gini. Maksudnya kami perlu bantuan meunasah, sejadah. Sekarang sudah ada sedikit dikasih orang-orang baik dari luar sana," terang Riza.

 

Ia berharap bantuan bagi sarana ibadah dapat terus dilanjutkan agar aktivitas keagamaan warga dapat berjalan lebih layak.

 

“Jadi kami minta lagi untuk bantuannya untuk meunasah, alat-alat perlengkapan di meunasahlah,” ujarnya. 

 

Kehadiran NU Peduli Jawa Tengah di Kecamatan Linge menjadi bagian dari ikhtiar menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolir, sekaligus memastikan bahwa warga terdampak bencana tidak luput dari pendampingan dan perhatian, baik secara fisik maupun spiritual.