Kesehatan

LK PBNU Imbau Masyarakat Hidup Sehat saat Hadapi Musim Hujan: Tetap Olahraga hingga Atur Waktu Istirahat

Senin, 26 Januari 2026 | 19:30 WIB

LK PBNU Imbau Masyarakat Hidup Sehat saat Hadapi Musim Hujan: Tetap Olahraga hingga Atur Waktu Istirahat

Ilustrasi musim hujan. (Foto: freepik)

Jakarta, NU Online

Ketua Lembaga Kesehatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LK PBNU) dr Muhammad Zulfikar As’ad (Gus Ufik) mengimbau masyarakat untuk lebih disiplin menjaga kesehatan saat menghadapi musim hujan dengan makan bergizi, olahraga yang sesuai, hingga pengaturan waktu istirahat.


“Kami menghimbau masyarakat harus tetap sehat dengan berbagai upaya-upayanya,” ujar Gus Ufik kepada NU Online pada Senin (26/1/2026).


Ia menyampaikan bahwa upaya menjaga kesehatan tidak boleh dilakukan secara serampangan, terutama dalam memilih jenis olahraga, harus disesuaikan dengan usia dan kondisi fisik masing-masing.


“Seperti olahraga secukupnya, dengan menyesuaikan kondisi fisik kita jangan memaksakan olahraga, misalnya usia sudah di atas 50 atau 60 tahun dengan olahraga yang biasa dilakukan, bukan olahraga bagi anak-anak remaja, kecuali atlet memang sudah terlatih,” ujarnya kepada NU Online pada Senin (26/1/2026).


Menurutnya, musim hujan bukan alasan untuk berhenti berolahraga. Namun, masyarakat perlu memilih jenis olahraga yang aman dan memungkinkan dilakukan di dalam ruangan.


“Olahraga yang bisa dilakukan di musim hujan ini olahraga yang berada di dalam ruangan, seperti badminton, jalan kaki di rumah, angkat beban, aerobik, atau olahraga lainnya asal disesuaikan dengan kondisi dan kebiasaan tubuh,” ucapnya.


Selain olahraga, ia juga menekankan pentingnya asupan makanan bergizi sebagai fondasi utama menjaga daya tahan tubuh. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada makanan olahan.


“Memakan makanan yang baik, makanan yang bergizi, seperti perbanyak makan sayur dan buah. Karena makanan olahan pasti mengandung yang macam-macam. Buah, sayur itu lebih baik daripada makanan olahan,” tegasnya.


Di tengah meningkatnya tren konsumsi minuman herbal selama musim hujan, LK PBNU juga mengingatkan agar konsumsi bahan alami tetap dilakukan secara wajar.


“Musim hujan ini banyak juga warga yang mengkonsumsi, air jahe, air serai, air kunyit untuk meningkatkan sistem imun tubuh. Itu baik juga, asal tidak berlebihan, saya kira sehari satu sampai dua gelas cukup,” ucapnya.


Tak kalah penting, pengaturan waktu istirahat menjadi faktor krusial yang kerap diabaikan masyarakat. Menurut Gus Ufik, kurang tidur maupun tidur berlebihan sama-sama berdampak buruk bagi kesehatan.


“Tubuh bayi dan anak-anak itu tidurnya bisa delapan jam, tapi kalau sudah dewasa bisa lima atau enam jam sehari sudah cukup,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya langkah pencegahan sederhana saat terpapar hujan, yang sering dianggap sepele namun berdampak pada kesehatan.


“Setelahnya kita kehujanan kemudian kita harus segera membilas air hujan yang terkena, termasuk kadang-kadang ada kena hujan pada kepala atau rambutnya karena lupa bawa payung, lupa bawa jas hujan, tidak cepat-cepat dibilas setelah karena air hujan itu tidak baik untuk diri kita,” katanya.


Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diminta lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem.


“Lebih baik lagi kalau kita sudah mengantisipasi membawa jas hujan dan payung untuk melindungi tubuh kita dari hujan,” pungkas Gus Ufik.