Nasional

Duta Besar Palestina: Serangan di Gaza Terus Berlangsung di Tengah Ramadhan

Rabu, 25 Februari 2026 | 20:00 WIB

Duta Besar Palestina: Serangan di Gaza Terus Berlangsung di Tengah Ramadhan

Dubes Palestina untuk RI Abdul Fattah AK Al Sattari (tengah) bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (kedua dari kanan) didampingi Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa (kedua dari kiri) dan Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (kanan) saat pertemuan di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026). (Foto: NU Online/Amar)

Jakarta, NU Online

 

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdul Fattah AK Al Sattari berkunjung ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Rabu (25/12/2026).

 

Kedatangan Dubes Al Sattari disambut langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, dan Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla di Lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

 

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut merupakan kunjungan pertama diplomat asal Gaza itu ke lembaga non-pemerintah di Indonesia setelah menyelesaikan urusan kredensialnya sejak Januari lalu.

 

Dalam wawancara seusai pertemuan, Dubes Al Sattari melukiskan situasi memilukan yang terus terjadi di tanah airnya, terutama di Jalur Gaza, selama bulan suci Ramadhan.

 

"Di Gaza, tidak ada yang berbeda. Dunia masih di Gaza, dan mereka (Israel) membunuh rakyat kami setiap hari," ujarnya.

 

Ia merinci bahwa serangan masih terus berlangsung tanpa henti. "Semalam mereka membunuh beberapa rakyat kami, pagi ini mereka juga membunuh beberapa rakyat kami. Setiap hari mereka masih menghancurkan rumah kami. Lebih dari 85 persen rumah di Gaza telah hancur," tambahnya.

 

Tak hanya di Gaza, kekerasan juga meluas di Tepi Barat. Duta besar menyebutkan aksi-aksi brutal yang menyasar warga sipil dan infrastruktur, termasuk tindakan tak lazim seperti menebangi pohon zaitun. Ia menegaskan bahwa yang dibutuhkan rakyatnya saat ini adalah hal-hal paling mendasar untuk bertahan hidup.

 

"Mereka butuh dunia untuk berhenti (menyerang) dan mereka harus bisa hidup dengan normal. Seorang ayah ketika bangun pagi, dia harus bisa mencari makanan atau obat untuk anak-anaknya. Seorang ibu harus punya sesuatu untuk dimasak di dapur," paparnya.

 

Di tengah duka yang mendalam, Dubes Al Sattari menyampaikan apresiasinya yang mendalam terhadap dukungan Indonesia yang konsisten untuk Palestina. Ia mengaku baru merasakan langsung besarnya cinta Indonesia setelah menginjakkan kaki di Tanah Air.

 

"Saya tahu bahwa Indonesia mendukung Palestina dan saya yakini dukungan ini akan terus berlangsung, karena Palestina ada di dalam hati orang Indonesia. Dan saya pikir orang Indonesia juga akan selalu di dalam hati kami," tuturnya penuh haru.

 

Sementara itu, KH Ulil Abshar Abdalla yang mendampingi pertemuan mengungkapkan bahwa selain silaturahmi dan perkenalan, Dubes Al Sattari juga menyoroti rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia. Ia mengusulkan agar Indonesia berkoordinasi intensif dengan pemerintah Mesir terkait rencana penempatan pasukan di Rafah.

 

"Dia mengusulkan agar pemerintah Indonesia berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah Mesir, karena di mata Pak Dubes, Mesir punya posisi yang solid dan kuat serta disegani oleh Israel," terang Gus Ulil.