Nasional

Gus Hilmy: Para Nabi dan Sahabat Tidak Pernah Sombong Meski Berkuasa

Sabtu, 28 Februari 2026 | 23:30 WIB

Gus Hilmy: Para Nabi dan Sahabat Tidak Pernah Sombong Meski Berkuasa

Tangkapan layar Katib Syuriyah PBNU KH Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) menyampaikan pengajian Ramadhan, Jumat (27/2/2026)

Jakarta, NU Online

Katib Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) mengungkapkan bahwa para nabi dan sahabat-sahabatnya memiliki sikap yang rendah hati dalam menjalankan kepemimpinan.

 

Ia menuturkan bahwa para pemimpin Islam terdahulu tidak pernah menjadikan jabatan sebagai alasan untuk bersikap sombong. Justru, kekuasaan mereka diiringi tanggung jawab dan keteladanan.


“Nabi itu tidak ada sikap atau modelan sombong, Nabi itu entengan (suka membantu),” ujar Gus Hilmy dalam pengajian Ramadhan mengulas Kitab Mabadi’ Khoiri Ummah yang tayang dalam kanal Youtube Krapyak Official pada Jumat (27/2/2026).

 

Gus Hilmy menceritakan keteladanan Khalifah Umar bin Khattab. Meski menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Umar tidak segan memikul sendiri gandum untuk seorang janda yang anak-anaknya kelaparan.

 

“Umat itu tidak hanya mengantar bahan makanan, ia juga memasakkan dan menunggu hingga anak-anak itu kenyang, padahal ia itu khalifah, dalam kedudukannya tinggi,” katanya.


Pengasuh Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu menekankan bahwa sikap adil membuat Umar dicintai rakyatnya.

 

“Bahkan Umar pernah berkata, ‘kalau ada himar keledai di Baghdad (ibu kota Irak) tersangkut jalanan berlubang, berarti saya kurang bersikap adil’, artinya apa? Umar responsif terhadap keluhan masyarakat, selalu ditanggapi cepat,” ucapnya.

 

Keteladanan serupa juga ditunjukkan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sebelum dan sesudah menjadi khalifah, Abu Bakar tetap memerah susu kambing untuk perempuan-perempuan Madinah. Meskipun, ada yang berprasangka buruk kepadanya, Abu Bakar justru tetap melayani dan memberikan susu kepada yang menghinanya.

 

“Abu bakar walau dihina tetap kasih susu perahan kambingnya kepada perempuan yang ngatain atau menghinanya. Artinya apa? Abu Bakar tidak sombong justru memberikan perhatian dan kepeduliannya,” ujar Gus Hilmy.

 

Menurutnya, kekuasaan dan jabatan tidak boleh melahirkan kesombongan. Para nabi dan sahabat telah memberi teladan bahwa kemuliaan justru lahir dari sikap kerendahan hati dan tanggung jawab dalam memimpin.

 

“Semoga kita bisa meneladani dan mengikuti apa yang jadi langkah-langkah para nabi dan sahabat-sahabatnya untuk tidak sombong dan tetap rendah hati,” pungkas Gus Hilmy.